SUARA GARUT— Industri maupun dunia otomotif tanah air kembali berduka. Mantap pebalap nasional sekaligus Presiden Komisaris Indomobil, Soebronto Laras meninggal dunia pada Rabu (20/9/2023) malam.
Soebronto yang kerap disapa Yonto itu menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit (RS) Medistra Jakarta Selatan sekitar pukul 19.55 WIB. Ia meninggal dunia di usia ke-79 tahun.
Pria kelahiran 1943 ini terlebih dahulu disalatkan di kediamannya dan dimakamkan pihak keluarga Kamis (21/9/2023) kemarin di TPU Karet Bivak Jakarta Pusat setelah ibadah salat zuhur.
Soebronto Laras sendiri sebelum meninggal dunia masih tetap bergelut di dunia otomotif, yaitu sebagai Presiden Komisaris PT. Indomobil Internasional Tbk. (IMAS) dan PT Indomomobil Multi Jasa Tbk. (IMJS).
Indomobil Internasional merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang otomotif— pemegang (lisensi) berbagai merek otomotif internasional di Indonesia mulai dari kendaaran penumpang hingga kendaraan komersial.
Beberapa brand atau jenama otomotif yang lisensinya dipegangnya Indomobil di segmen kendaraan penumpang (mobil dan motor) di antaranya, yaitu Suzuki, Audi, VW (Volkswagen), Mercedes-Benz, Renault, Jaguar, Landrover, Nissan, Datsun, Volvo, KIA, Citroen, Yadea, dan Harley-Davidson.
Sedangkan pada segmen kendaraan komersial, Indomobil menaungi berbagai jenama kendaraan komersial seperti Hino, Volvo Truck, Volvo Bus, dan Renault Truck.
Adapun Soebronto Laras lahir di Jakarta pada 5 Oktober 1943 silam. Sejak kecil, anak kedua empat bersaudara ini sudah tertarik dengan dunia otomotif. Bahkan, saat itu putra dari R. Moerdono yang juga pengusaha otomotif di tanah air ini sudah tertarik kegiatan perbengkelan.
Pada masa ramaja, Yonto juga pernah menjadi pebalap motor nasional bersama Tinton Soeprapto yang juga merupakan legenda otomotif kawakan Indonesia.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik tentang Domba Garut
Pria yang akrab disapa "Om Yonto" ini mengenyam pendidikan sekolah dasar (SD) di SD Cikini Jakarta pada 1952. Setelah lulus SD, ia bersekolah di SMP Cikini Jakarta pada 1958 dan lulus dari SMA Harapan Kita Jakarta pada 1964.
Selepas tamat SMA, pria kelahiran 79 tahun silam yang juga menantu dari salah satu pahlawan nasional, Jenderal Ahmad Yani itu melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan dan mengambil jurusan Rekayasa Mesin di Universitas Teknologi Paisley Skotlandia pada 1969.
Tak sampai di situ, ia pun terbang ke Ingrris untuk melanjutkan pendidikan magister (S2) di Universitas Bisnis dan Manajemen Hendon, London, pada 1972. Saat berkuliah di Inggrislah ia mengenal dan akrab dengan banyak tokoh nasional.
Beberapa tokoh nasional tersebut di antaranya Mantan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Roesmin Noerjadin dan Almarhum Jenderal TNI Benny Moerdani. Bahkan, ia juga pernah menjadi stas atase lokal pertahanan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London, Inggris.
Sementara itu, karir penting pertamanya di dunia bisnis dimulai ketika ia bekerja di salah satu perusahaan kimia dan ditunjuk sebagai Direktur PT. First Chemical Industry.
Perusahaan tersebut bergerak di bidang formika (pelapis pengkilap perkakas kayu), peralatan plastik, dan perakitan kalkulator. Empat tahun kemudian, barulah ia terjun ke dalam bisnis otomotif untuk pertama kalinya. Yonto kembali didapuk menjadi petinggi perusahaan, yakni menjadi Direktur Utama Perusahaan Perakitan Mobil dan Motor Suzuki.
Berita Terkait
-
Dilepas Denny Caknan hingga Dijodohkan dengan Delva Irawan, Happy Asmara Pacaran dengan Bos Mebel?
-
Kisah Account Officer PNM Mekar yang Sukses Menjadi Pengusaha Muda Setelah Menggeluti Bisnis Kedai Kopi
-
Terlahir Dari Keluarga Pejuang Perang, Irwan Mussry Sukses Menjadi Pengusaha Jam Tangan Mewah di Indonesia
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional