/
Minggu, 24 September 2023 | 19:40 WIB
Ilustrasi Tol "GeTaCi" Gedebage— Tasikmalaya— Cilacap. ((Tangkapan layar video Kanal YT Official Jasamarga))

SUARA GARUT Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Tol Gedebage— Tasikmalaya— Cilacap (GeTaCi) bakal melintasi Kabupaten Garut dengan dua gerbang tol di Kota Dodol ini.

Kedua gerbang tol tersebut berada di Kecamatan Banyuresmi atau Gerbang Tol Garut Utara dan di Kecamatan Cilawu atau Gerbang Tol Garut Selatan. 

Lantas seperti apa profil Tol GeTaCi ini. Berikut profil tol yang akan menghubungkan jalur lintas selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah sekaligus bakal menjadi tol terpanjang di tanah air.

Proyek Tol Gedebage— Tasikmalaya— Cilacap atau GeTaCi yang saat ini sudah dalam proses pembangunan diharapkan dapat menciptakan potensi peningkatan aktivitas perekonomian di jalur selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Tol yang bakal menjadi tol terpanjang di Indonesia ini juga dibangun agar memudahkan mobilitas atau pergerakan dan penyaluran barang, orang, serta jasa kawasan-kawasan yang dilintasi tol GeTaCi ini.

Pembangunan Tol GeTaCi ini melibatkan konsorsium BUMN- pihak swasta yang meliputi  PT. Jasamarga Tbk., Kemitraan Daya Mulia Turangga, Gama Group, PT. Jasa Sarana, PT. Waskita Karya Tbk., PT. Pembangunan Perumahan (PP) Tbk., dan PT. Wijaya karya Tbk.

Konsorsium tadi juga sebagai pemrakarsa yang turut andil dalam pelelangan pembangunan Tol GeTaCi. Adapun konsorsium tersebut ditetapkan sebagai pemenang pelelangan pengusahaan tol yang menghubungkan lintas selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah ini pada 10 Desember 2021 (tahun ini akan dilakukan pelelangan ulang pemenang tender).

Kemudian konsorsium tadi membentuk badan usaha jalan tol atau BUJT PT. Jasamarga Gedebage Cilacap (JGC). Adapun persentase kepemilikan saham terbesar PT. JGC dimiliki oleh PT. Jasamarga Tbk., yaitu sebesar 32,5 persen. 

Sedangkan Kemitraan Daya Mulia Turangga, Gama Group, dan PT. Jasa Sarana sebesar 27,5 persen. Sementara itu PT. Waskita Karya Tbk., sebesar 20 persen, PT. PP 10 persen, dan PT. Wijaya Karya 10 persen.

Baca Juga: Bikin Merinding! Ini 3 Tempat Angker dan Seram di Garut yang Fenomenal

Ruas tol ini akan dimulai dari Gedebage (Kota Bandung), Majalaya (Kabupaten Bandung), Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, dan berakhir di Kabupaten Cilacap.

Jalan Tol GeTaCi ini juga bagian dari jaringan jalan tol di Pulau Jawa yang sesuai atau cocok dengan sistem jalan di lintas selatan yang masuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN). 

Tol ini akan memiliki panjang 206,65 kilometer yang menelan nilai investasi mencapai Rp56 triliun dengan masa konsesi (pemberian izin kelola konsorsium) selama 40 tahun.

Sepanjang 169,09 kilometer jalan tol akan melintas di Jawa Barat dan di Jawa Tengah mencapai 37,56 kilometer. Tol GeTaCi akan memiliki 10 simpang susun (interchange) dan 1 junction (simpang).

Satu-satunya junction atau persimpangan tersebut akan berada di Junction Gedebage Kota Bandung yang terkoneksi Tol Padaleunyi dan bakal terhubung juga dengan rencana Tol Dalam Kota Bandung atau Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR).

Setiap jalurnya, Tol GeTaCi akan memiliki 2 lajur (2x2) dengan lebar masing-masing lajur mencapai 3,6 meter. Struktur tol pile slab atau dibangun di atas permukaan berair sepanjang 9,12 kilometer juga akan dibangun di kawasan Gedebage.

Tol ini bakal menggunakan desain struktur at grade (dibangun dengan ketinggian sejajar tanah sekitar) sepanjang 175,27 kilometer dan elevated road (tol layang) sepanjang 22,26 kilometer. 

Masyarakat diperkirakan dapat menempuh perjalanan dari Bandung menuju Cilacap maupun sebaliknya hanya sekitar 2,5 jam perjalanan dengan asumsi kecepatan rata-rata kendaraan 80—100 kilometer perjam.

Tarif Tol GeTaCi ini sekitar Rp2.025 perkilometer untuk kendaraan golongan I. Artinya, jika menggunakan kendaraan golongan I seperti mobil pribadi atau bus dari Bandung menuju Cilacap maupun sebaliknya, tarif tolnya sekitar Rp420.000. 

Ruas Tol GeTaCi sendiri dibagi menjadi 2 tahap yang meliputi 4 seksi. Tahap pertama sepanjang 95,52 kilometer, yaitu Seksi 1 Junction Gedebage— Garut Utara sepanjang 45,20 kilometer dan Seksi 2 Garut Utara— Tasikmalaya sepanjang 50,32 kilometer.

Selanjutnya, tahap kedua sejauh 111,13 kilometer yang meliputi Seksi 3 Tasikmalaya— Patimuan sepanjang 76,78 kilometer dan Seksi 4 Patimuan— Cilacap sepanjang 34,35 kilometer. 

Tahap pertama diperkirakan dapat tuntas dan beroperasi pada 2024 dan tahap kedua ditargetkan selesai serta bisa digunakan oleh masyarakat pada 2029. Berikut 10 simpang susun dan titik gerbang keluar (exit) Tol Gedebage— Tasikmalaya— Cilacap.

1. Simpang Susun dan Gerbang Tol Majalaya, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Garut.
2. Simpang Susun dan Gerbang Tol Nagreg, Kabupaten Bandung.
3. Simpang Susun dan Gerbang Tol Banyuresmi (Garut Utara), Kabupaten Garut.
4. Simpang Susun dan Gerbang Tol Cilawu (Garut Selatan), Kabupaten Garut.
5. Simpang Susun dan Gerbang Tol Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.
6. Simpang Susun dan Gerbang Tol Kawalu, Kota Tasikmalaya.
7. Simpang Susun dan Gerbang Tol Ciamis, Kabupaten Ciamis.
8. Simpang Susun dan Gerbang Tol Pamarican, Perbatasan Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar.
9. Simpang Susun Patimuan, Kabupaten Cilacap dan Gerbang Tol Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.
10. Simpang Susun dan Gerbang Tol Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap. (*)

Load More