SUARA GARUT - Kabupaten Garut menawarkan banyak destinasi wisata yang menarik dengan keunikannya. Termasuk wisata budaya yang ada di Kampung Adat Pulo di Kabupaten Garut.
Garut sendiri cukup dikenal oleh para pelancong dengan keindahan alamnya. Mulai dari pegunungan yang sejuk, air trjun yang meyegarkan, serta pantai yang membentang di Selatan menjadi daya tarik utama wisatawan.
Namun perlu diketahui bahwa tidak semua wisata yang bisa ditemukan di Kabupaten Garut adalah wisata alam saja. Ada juga wisata lainnya yang tentu bukan hanya seru namun edukatif.
Seperti Kampung Adat Pulo dimana hingga saat ini masih bertahan dan menawarkan edukasi kebudayaan adat Sunda yang kental.
Kampung Pulo awalnya merupakan kampung adat yang berlokasi di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.
Dahulu kala, masyarakat di Kampung Pulo menganut agama Hindu. Namun setelah Embah Dalem Arif Muhammad singgah di wilayah ini beralih ke dalam Agama Islam.
Embah Dalem Arif Muhammad menyebarkan Agama Islam kepada masyarakat di wilayah Kampung Pulo. Sampai dengan wafat dan dimakamkan di Kampung Pulo. Embah Dalem Arif Muhammad meninggalkan enam orang anak, lima perempuan dan satu pria.
Berkaitan dengan hal tersebut, di Kampung Pulo didirikan enam buah rumah adat saja yang saling berhadapan masing-masing tiga buah rumah di sebalah kiri dan di sebelah kanan ditambah dengan sebuah mesjid untuk tempat beibadah.
Baca Juga: Manfaat Pare buat Kesehatan Tubuh, Ternyata Cocok untuk Menu Diet
Rumah Adat Kampung Pulo
Sebagai salah satu warisan budaya Sunda, Kampung Pulo juga memiliki rumah adat yakni rumah panggung yang merupakan rumah tradisional Sunda.
Rumah panggung ini dibangun di atas tiang-tiang kayu yang tinggi dan memiliki atap yang melengkung. Rumah panggung ini menjadi salah satu daya tarik utama di Kampung Pulo.
Selain itu, di Kampung Pulo juga terdapat beberapa rumah adat lainnya yang dapat ditemukan di sekitar lokasi. Bagi yang senang dengan desain arsitektur, tentunya menarik untuk mempelajari soal desain bangunan rumah adat di Kampung Pulo ini.
Tari Topeng
Kemudian sebagai bagian dari kebudayaan lokal, Kampung Pulo juga memiliki seni Tari Topeng. Kesenian Tari Topeng adalah tarian tradisional Sunda yang menjadi bagian penting dari kebudayaan Indonesia.
Di Kampung Pulo, wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan Tari Topeng yang dilakukan oleh para penari lokal. Tarian ini menggambarkan cerita-cerita rakyat dan mitos-mitos dari kebudayaan Sunda.
Kerajinan Tangan
Sudah dari sejak dulu banyak kebudayaan Sunda juga lekat dengan seni ukiran dan kerajinan tangan. Nah selain kerajinan tangan kulit, Kabupaten Garut juga memiliki banyak seni kerajinan tangan lainnya yang ada di Kampung Pulo.
Jika berkunjung ke Kampung Pulo, wisatawan dapat menemukan berbagai macam kerajinan tangan seperti tas anyaman, topi, dan kerajinan dari bambu. Banyak hasil kerajinan ini yang juga dijual sehingga bisa menjadi pernik oleh-oleh untuk dibawa pulang.
Kuliner Khas Sunda
Selain kebudayaan seni dan sejarahnya, Kampung Pulo juga menawarkan berbagai macam kuliner khas Sunda yang lezat dan menggugah selera. Beberapa makanan yang dapat dicoba di Kampung Pulo antara lain nasi timbel dan pepes ikan.
Kampung Pulo di Kabupaten Garut menawarkan segudang hal unik yang bisa menjadi edukasi tentang kampung adat dengan ciri khas kebudayaan Sunda yang kental. Bagaimana tertarik untuk mengunjungi Kampung Pulo di Kabupaten Garut ini? (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Sudah Kehilangan Anak, Ibu Kandung di Sukabumi Kini Diteror dan Diancam Diam
-
Daftar Lengkap Progres Lahan Koperasi Merah Putih se-Banten: Kabupaten Serang Terbanyak
-
Marah! Ketua Komisi III DPR Habiburokhman Usir Pengembang saat Rapat Penolakan Musala di Bekasi
-
3 Wakil Inggris vs 3 Klub Laliga, Siapa Lolos ke Perempatfinal Liga Champions?
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bogor, Depok dan Cianjur Sabtu 28 Februari 2026
-
Jadwal Imsakiyah Bukittinggi Sabtu 28 Februari 2026, Simak Waktu Sahur dan Berbuka
-
Video Muka Linglung Lionel Messi Dibanting Penyusup Saat Laga Uji Coba Inter Miami
-
Nama Anak Ketiga Lesti Kejora dan Rizky Billar Belum Juga Diumumkan, Ini Sedikit Bocorannya
-
Prediksi Superkomputer Hasil Drawing 16 Besar: Arsenal Favorit Juara, Real Madrid Tersingkir
-
Fantastis! Gaji Setahun Cristiano Ronaldo Bisa Biayai Skuad Almeria Dalam 12 Tahun