SUARA GARUT - Warga di kawasan Karangoawitan Garut, Jawa Barat digegerkan dengan aksi kebrutalan komplotan geng motor hingga merenggut seorang korban jiwa, Minggu, malam (15/10/ 2023)
Insiden yang merenggut nyawa seorang aktivis kemanusiaan bernama Panji Nurhakim tersebut terjadi sekira pukul 01.30 WIB, dihi hari, Minggu (15/10/2022)
Panji Nurhakim (alm), diketahui meregang nyawa setelah dikeroyok sekelompok orang pada malam itu. Pelaku pengeroyokan tersebut dikonfirmasi Polisi sebagai anggota geng motor.
Menurut Kapolres Garut, AKBP Rohman Yonky Dilatha, kausu tersebut terungkap setelah petugas mendapat informasi adanya keributan di sekitaran Jalan Ahmad Yani Timur, Kecamatan Karangpawitan, Garut yang menjadi lokasi meninggalnya kirban.
"Ada laporan tentang kejadian pembacokan. Satreskrim kemudian langsung melakukan pengejaran (pelaku)," ungkap Yonky saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (16/10/2023).
Menurut Kapolres Garut, korban merupakan warga Kampung Situgede, Desa Situjaya, Kecamatan Karangpawitan itu, meninggal dunia usai dianiaya dengan menggunakan senjata tajam.
Dari informasi yang dihimpun, sebelum dinyatakan meninggal dunia, korban sempat mendapat pertolongan dari warga sekitar dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tak tertolong.
"Korban dibacok dan ditusuk di bagian kepala dan punggung sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia," ujar Kapolres Garut.
Kapolres Garut menjelaskan, beberapa jam berselang, anggotanya berhasil menabgkap para pelaku.
Baca Juga: Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar Kepergok Nobar Konser Mahalini
Para pelaku yang berjumlah 4 orang diketahui berinisial US (41), AA (43), RS (20) dan AMA (18).
Keempat komplotan pelaku berhasil diciduk Polisi di kawasan Kampung Cibangban, Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Karangpawitan, Garut sekira pukul 3 dini hari, malam itu juga.
"Para pelaku merupakan anggota geng motor," tegas Kapolres Garut.
Hingga saat ini, para pelaku masih menjalani pemeriksaan, oleh para penyidik Sat Reskrim Polres Garut,
Belakangan diketahui, Panji Nurhakim merupakan seorang aktivis yang aktif di bidang kemanusiaan.
Almarhum, Panji Nurhakim yang baru berusia 37 tahun, meninggalkan seorang istri Shinta dan 3 orang anak, Arrasyi, Gaza dan Keys yang kecil-kecil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Ribet Urus Tagihan Bulanan? Pakai BRImo, Semua Jadi Lebih Simpel dan Praktis!
-
Dony Tri Pamungkas Ogah Ikuti Jejak Egy dan Witan Langsung Abroad ke Eropa
-
Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM
-
Tema Hari Pendidikan Nasional 2026 Apa? Ini Panduan Lengkapnya dari Kemendikdasmen
-
Segera Susul El Rumi, Ahmad Dhani Bocorkan Rencana Pernikahan Dul Jaelani dan Tissa Biani
-
Mendobrak Eksplorasi Provokatif lewat Benturan Humor Gelap Film The Drama
-
Berantas Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong, Satgas PASTI Blokir 951 Entitas
-
Arema FC Dibantai Persebaya 4-0, Manajemen Singo Edan Murka dan Tebar Ultimatum
-
DPR Kritik Usulan Menteri PPPA Soal Pemindahan Gerbong Wanita KRL: Perbaiki Sistem!
-
Jalan Aek Nabara-Negeri Lama-Tj Sarang Mulai Diperbaiki Tahun Ini, Total Anggaran Rp 158 Miliar