Peluit pertandingan pertama Piala Dunia 2022 di Qatar telah berkumandang pada Minggu 20 November 2022. Pertandingan pertama yang menyajikan laga antara tuan rumah Qatar melawan Ekuador berakhir dengan kemenangan tim asal Amerika latin tersebut dengan skor 2-0.
Seakan tak ingin ketinggalan zaman, sejumlah kecanggihan teknologi diperlihatkan dalam pertandingan pembuka. Mulai dari penguatan Video Assitant Referee (VAR), sensor pada bola, pendingin stadion hingga penggunaan ribuan kamera.
Meski dilimpahi penggunaan teknologi canggih, jika melihat sekilas perjalanan pada Piala Dunia sebelumnya, sejumlah kelakuan hingga ritual tertentu tetap dilakukan pemain yang berlaga di ajang bergengsi piala dunia. Tak hanya pemain, pelatih pun juga masih mempercayai sejumlah ritual unik di dalam lapangan.
Berikut sejumlah hal unik dan berbau mistik yang dilakukan pendukung, pemain dan pelatih yang pernah berlaga di Piala Dunia:
1. Jose Luis Chilavert
Nama yang satu ini memang dikenal sebagai kiper jempolan pengawal gawang Paraguay. Bahkan, ia sempat terpiklih menjadi kiper terbaik pada tahun 1995, 1997 dan 1998. Penampilannya yang eksentrik dan dikenal dengan tendangan bebasnya yang kerap merobek jala lawan, Chilavert beberapa kali kedapatan meletakan jimat yang kerap diletakannya di sudut gawang.
Pun pada pertandingan melawan Perancis di fase gugur, Chilavert melakukannya. Meski begitu, jimatnya tidak terlalu manjur lantaran Paraguay menderita kekalahan dari Perancis dengan skor 1-0 dari hasil tendangan Laurent Blanc pada babak golden gol. Laurent Blanc berhasil mencetak gol di menit 116 dari hasil umpan sundulan David Trezeguet yang memanfaatkan sepakan Robert Pires dari dalam kotak pinalti.
2. Sergio Goycochea
Mungkin Sergio Goycochea menjadi penjaga gawang yang melakukan ritual unik sekaligus saru di lapangan hijau. Penjaga gawang Argentina ini mengencingi lapangan saat pertandingan berlangsung. Hasilnya, Tim Tango itu berhasil maju ke final Piala Dunia 1990 di Italia.
Baca Juga: Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2022: Satu Pemain Muda Tempel Dua Pemain Tua
Uniknya kemenangan di babak semifinal ditentukan dengan adu pinalti. Saat itu, Goycochea berhasil menggagalkan dua tendangan pemain Italia di babak semifinal, yakni Roberto Donadoni dan Aldo Serena. Namun sayangnya di Final Piala Dunia 1990 saat melawan Jerman Barat, Argentina yang kala itu diperkuat Diego Maradona harus meneteskan air mata lantaran kalah 0-1.
Salah satu penyebabnya adalah dua kartu merah yang dilayangkan wasit Edgardo Codesal kepada Pedro Monzon (menit ke-65) dan Gustavo Dezotti (87’).
3. Raymond Domenech
Menjadi juru taktik Le Blues bukan perkara mudah bagi Raymond Domenech selama enam tahun, sejak 2004 hingga 2010. Suksesor Roger Lemerre ini memiliki kebiasaan unik, yakni memilih pemain yang berlaga dengan berdasarkan zodiak dan tahun kelahiran, alih-alih berdasarkan taktik, skill dan kebugaran pemain. Selama menjadi pelatih Tim Ayam Jantan, Domenech enggan memanggil pemain berzodiak Scorpio dan Leo.
Alhasil sejumlah pemain hebat Prancis seperti Ludovic Giuly, Robert Pires, hingga Philippe Mexes sempat tak diliriknya. Bahkan, Fabian Barthez lebih memilih Gregory Coupet sebagai kiper utama. Keputusan kontroversialnya berlanjut pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dengan tidak memanggil William Gallas dan Gael Clichy karena kedua pemain tersebut berzodiak Leo.
4. Laurent Blanc dan Fabian Barthez
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
Anti Mainstream, Warga Cirebon Balap Kuda di Jalanan Sambil Tunggu Sahur
-
Kode Keras, John Herdman Bakal Gandeng Mantan Anak Buah Patrick Kluivert?
-
Arab Saudi Kini Kuasai 10 Persen Saham Capcom, Langkah Agresif Putra Mahkota di Dunia Game
-
Khotbah Idulfitri Haedar Nashir: Peradaban Modern di Ambang Kehancuran Akibat Ulah 'Predator' Dunia
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Bagaimana Cara Menyusun Barang di Bagasi agar Titik Gravitasi Mobil Tetap Stabil?
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Kalang Kabut Harga Minyak, Pemerintah Siapkan Skema WFH Satu Hari Pascalebaran
-
Asal-usul Ketupat Lebaran, Tradisi Khas Idulfitri di Indonesia
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan