Trofi Piala Dunia diperebutkan oleh para negara peserta setiap empat tahun sekali. Nantinya negara pemenang akan menerima replika dari FIFA sebagai simbol pemenang.
Timnas Italia memang tidak tampil di Piala Dunia 2022, namun dapat dipastikan ada satu orang Italia yang memenangkan trofi tersebut.
Sebab trofi berlapis emas 18 karat tersebut dibuat ulang di Paderno Dugnano, kota kecil dekat Milan oleh GDE Bertoni sebagai pabrik pembuat piala dan medali Piala Dunia.
Setiap empat tahun, para pekerja di pabrik tersebut ditugaskan membuat salinan kuningan dari trofi yang dipersembahkan kepada federasi sepak bola tim pemenang.
Trofi Piala Dunia setinggi kurang lebih 36,8 sentimeter dan berat 6,1 kilogram ini awalnya dirancang oleh seniman Silvio Gazzaniga pada tahun 1971, dan dipersembahkan pada Piala Dunia 1974 kepada pemenang Jerman Barat (sekarang Jerman).
Dimiliki oleh FIFA, trofi diberikan kepada tim yang memenangkan final Piala Dunia, setelah diukir dengan nama negara di bagian dasar trofi.
Melansir Euronews, Selasa (22/11/2022) setelah melakukan prosesi penyerahan, trofi akan diserahkan kembali ke GDE Bertoni yang harus mengembalikannya sebelum mengembalikannya ke FIFA, di mana trofi akan berada di museum resmi mereka sebelum Piala Dunia berikutnya.
Ternyata, saat pemain mendapatkannya, segala macam kerusakan bisa terjadi saat trofi dibagikan selama perayaan. Itu sebabnya Bertoni harus memastikan daya tahannya.
Rumitnya membuat replika trofi Piala Dunia
Baca Juga: Dari Kencingin Lapangan Hingga Bawa Dukun, Ini Kelakuan Pemain Hingga Timnas di Piala Dunia
Dalam pembuatannya, kuningan akan dibentuk melalui proses pengecoran. Logam dituangkan ke dalam wadah khusus berbentuk Piala Dunia untuk menghasilkan gips.
Setelah selesai, replika trofi kemudian dipahat untuk menghilangkan kelebihan logam. Pengerjaannya dilakukan menggunakan pahat kecil secara manual untuk menghasilkan detail pada piala, khususnya pada dua sosok manusia yang memegang bola dunia.
Selanjutnya trofi akan dipoles dengan mesin agar terlihat lebih sempurna. Trofi tersebut kemudian dibawa ke departemen galvanik, yang bertanggung jawab untuk pembersihan ultrasonik.
Ini adalah proses yang menggunakan ultrasound dan pelarut khusus untuk memastikan trofi dibersihkan dengan benar dan juga membuat efek logam lebih menonjol. Selanjutnya, trofi dicelupkan ke dalam bak penyepuhan. Proses penyepuhan adalah teknik dekoratif untuk mengaplikasikan bubuk emas halus ke permukaan padat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
7 Bedak Tabur HD untuk Tampilan Wajah Mulus di Depan Kamera
-
Bacaan Doa Ziarah Kubur Lengkap Sebelum Puasa Ramadhan Sesuai Sunnah
-
Bolehkah Wanita Haid Ziarah Kubur Sebelum Ramadhan? Perhatikan Adab Ini!
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Drama Final Piala Asia Futsal 2026 dan Penegasan Bahwa Indonesia Ada dalam Peta
-
Minggu Pagi Berdarah di Jaksel, Polisi Ringkus 6 Pemuda Bersamurai Saat Tawuran di Pancoran
-
Masa Depan Penegakan HAM Indonesia Dinilai Suram, Aktor Lama Masih Bercokol Dalam Kekuasaan
-
Anggota DPR Sebut Pemilihan Adies Kadir sebagai Hakim MK Sesuai Konstitusi
-
3 Fakta Menarik Marapthon Season 3: The Last Tale, Sudah Mulai Tayang!
-
Jadwal Libur Sekolah SMA Sederajat Riau Selama Ramadan dan Lebaran 2026