Penggemar Jerman meradang setelah kekalahan yang diterima oleh pasukan Hansi Flick dalam pembukaan Grup E saat melawan Jepang dengan skor 2-1.
Banyak penggemar yang mengungkapkan kekecewaannya dan menilai timnas Jerman pantas kalah karena terlalu sibuk mengurusi Politik.
"Jerman pantas mendapatkannya karena begitu terobsesi dengan ban kapte pelangi dan politik," tulis seorang penggemar di sosial media, dikutip dari DailyMail, Jumat (25/11/2022).
"Jangan teralihkan oleh 'politik' dan mainkan saja sepak bola Anda. Semua sinyal kebajikan yang tidak perlu ini tidak membantu Anda menang. Jerman seharusnya memenangkan ini," sambung penggemar lainnya.
Sementara penggemar lain berpendapat, Jerman membiarkan politik menguasai mereka. Namun mereka tidak mengindahkan budaya yang ada di Qatar.
"Kalian orang Jerman pantas mendapatkan ini karena sinyal kebajikan bodoh Anda, hormati budaya Qatar dan jauhkan politik bodoh Anda dari sepak bola," ucap penggemar Jerman.
Setelah melayangkan protes dan saat pertandingan dimulai, Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengeluarkan pernyataan tegas untuk mendukung apa yang dilakukan timnya.
"Melarang ban kapten sama saja dengan melarang hak kami untuk berbicara," tulis pernyataan DFB.
Sementara itu,tampak Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser yang menyaksikan pertandingan antara Jerman melawan Jepang justru mengenakan ban kapten OneLove saat berada di bangku tribun.
Baca Juga: 5 Hal Ini Jangan Dilakukan saat Menonton Sepak Bola di Stadion
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis