/
Rabu, 30 November 2022 | 19:34 WIB
Ilustrasi (Quantitatives via Unsplash)

Gelaran Piala Dunia 2022 membuat pasar kripto bergeliat. Volume perdagangan harian rata-rata mengalami kenaikan yang cukup signifikan. 

Melansir dari laporan Forbes, volume perdagangan harian rata-rata token kripto naik menjadi 300 juta dollar AS di November 2022 atau setara Rp 4,7 triliun, naik sekitar 32 juta dollar AS pada bulan sebelumnya. 

Ada ceruk di pasar kripto yang terus meningkat selama perhelatan Piala Dunia 2022. Sejak pembukaan Piala Dunia 2022 menurut data CoinGecko, pasar kripto meningkat menjadi 401 juta dollar AS dari angka 256 juta dollar AS, sekitar 10 hari sebelum Piala Dunia 2022. 

"Jadi ada peningkatan volume 10 kali yang sangat besar di pasar token beberapa hari ke belakang ini," ucap analis Dessislava Aubert. 

Menariknya koin-koin kripto yang mengalami peningkatan diantaranya koin Cristiano Ronaldo. Koin Cristiano Ronaldo naik 119 persen menjadi 7 dollar AS dalam 10 hari jelang Piala Dunia 2022. 

Namun untuk token Lionel Messi justru mengalami penurunan. Koin Messi anjlok 25 persen menjadi 5,26 dollar AS setelah kekalahan mengejutkan Argentina dari Arab Saudi. 

Saat Argentina meraih kemenangan atas Meksiko, token Messi masih belum mengalami kenaikan, masih dikisaran penurunan 22 persen. 

Meski begitu kata Siddharth Jaiswal, presiden Sportzchain, perusahaan yang keluarkan token untuk pasar Asia, mengatakan bahwa orang tidak boleh membeli koin hanya untuk menghasilkan uang.

"Persepsi pertama tidak boleh bahwa Anda membeli token untuk menghasilkan keuntungan. Yang penting ialah bahwa alat yang teersedia di blockhain ini untuk diperdagangkan di masa depan, jadi ada konotasi finansial yang melekat," ucapnya. 

Baca Juga: Tak Mau Tim Nasional Jadi Alat Proganda Rezim, Warga Iran Rayakan Kegagalan di Piala Dunia 2022

Sementara itu, Markus Thielen, kepala penelitian di platform aset digital Matrixport menyebut bahwa minat terhadap token di kalangan penggemar sepak bola sebenarnya hanya jangka pendek. 

"Perusahaan dan tim yang menjual token ini harus menawarkan nilai lebih secara berkala, jika tidak pengguna akan segera kehilangan minat setelah Piala Dunia," jelasnya.

Load More