Ada satu pemandangan menarik yang terbilang cukup aneh saat Iran dikalahkan Amerika Serikat 0-1 di matchday ketiga grup B Piala Dunia 2022, kekalahan yang membuat Mehdi Taremi dkk tersingkir di ajang empat tahunan tersebut.
Di sejumlah kota di Iran, para warganya justru berpesta dengan hasil tersebut. Melansir dari Khan.co.kr, sejumlah orang di Iran merayakan kegagalan itu dengan menyalakan kembang api.
Massa langsung turun ke jalan-jalan di kota besar Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Warga merayakan kekalahan itu dengan berpesta dan menyalakan kembang api.
Lantas apa yang membuat warga Iran justru gembira saat tim nasional mereka tersingkir?
Bagi warga Iran, kekalahan tersebut patut disyukuri karena tim nasional mereka tidak menjadi alat propaganda rezim pemerintahan.
Saat merayakan kekalahan Iran di Teheran, warga berkumpul dengan massa pendemo dan berteriak slogan serta yel-yel anti pemerintah.
Tak hanya di Teheran, kota lainnya seperti di Mahabad, Mariban, dan Sakez, para warganya juga merayakan kekalahan tim nasional Iran.
Khusus di Sakez, perayaan berlangsung lebih semarak. Petasan diledakan para warga di luar rumah, klakson dibunyikan pengemudi mobil di jalanan.
Sejumlah orang juga menari-nari di jalanan merayakan kekalahan tim nasional Iran di Piala Dunia 2022.
Sekedar infomrasi, Sakez adalah kampung halaman dari Mahsa Amini, perempuan 22 tahun yang tewas setelah ditangkap polisi pada September 2022.
Amini ditangkap polisi karena tidak mengenakan hijab dengan benar. Kematian Amini ini yang menjadi titik balik gelombang protes di Iran.
Saat di Piala Dunia 2022, para pemain Iran sempat menunjukkan solidaritas kepada warga yang melakukan protes kepada pemerintah.
Pemain Iran menunjukan protes dengan tidak mau menyanyikan lagu kebangsaan saat pertandingan pertama melawan Inggris.
Aksi para pemain Iran ini membuat muncul adanya rumor keluarga pemain Iran mendapat ancaman penjara dari Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC).
Berita Terkait
-
Masih Ketat di Grup E Piala Dunia 2022, Berikut Skenario Spanyol dan Jerman Lolos ke 16 Besar
-
Kapten Meksiko Andres Guardado Bela Messi: Saya Kenal Leo, Canelo Alvarez Tak Mengerti
-
Kisah Haru di Balik Selebrasi Gol Marcus Rashford ke Gawang Wales: Untuk Teman yang Meninggal
-
Selama Piala Dunia 2022, Penjual Gorengan Panen Cuan, Penjual Lain: Gara-gara Mereka, Kami Bisa Mati Kelaparan!
-
Melihat Peluang Wakil Asia yang Tersisa untuk Bisa Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2022
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
PTBA Bina Karakter Siswa Ring 1, Anak-anak Disiapkan Jadi Generasi Unggul Masa Depan
-
Sepatu Lari untuk 'Easy Run': 5 Merek yang Bikin Lari Santai Terasa Lebih Menyenangkan
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Paling Hits April 2026: Kualitas Premium, Harga Bersahabat
-
Terkuak Dugaan Modus Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Dana Petani Tambak Udang Diduga Tak Tepat Sasaran
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa