Penulis buku Biografi Lionel Messi, Guillem Balague, mengungkapkan fakta menarik bila pemain berjuluk La Pulga tersebut hampir menjadi warga negara Australia.
Dalam bukunya diungkapkan, orang tua Lionel Messi pernah hampir pindah ke Australia karena krisis ekonomi yang melanda Argentina.
"Ketika itu di Argentina, ada krisis. Uang kehilangan nilainya. Tidak ada pekerjaan. Dan banyak orang Argentina yang pergi ke Eropa atau tempat lain sebagai emigran," ucap Balague, dikutip dari Daily Mail, Sabtu (3/12/2022).
Situasi sulit itu membuat ayah Lionel Messi berencana memboyong keluarganya pindah ke Australia. Tetapi, ayah Messi mengurungkan niat tersebut sampai akhirnya Messi lahir.
"Ini cerita yang biasa yang disampaikan oleh ayah Messi. Ia menyampaikan rencana untuk tinggal di Australia. Ketika Anda punya solusi untuk masalah Anda yaitu pindah ke luar negeri, tidak masalah ke mana Anda pergi," kata Balague.
Namun keputusan untuk tetap bertahan di Argentina membawa keberuntungan bagi keluarga Messi. Bakat La Pulga dalam mengolah si kulit bundar rupanya sudah terlihat sejak masih usia dini. Pada saat berusia 12 tahun, Messi mendapat trial ke Barcelona.
"Bayangkan jika Leo Messi lahir di Australia. Akan sangat menarik untuk membayangkan apa yang akan terjadi jika mereka pergi," ucap Balague
Seperti diketahui, malam ini Timnas Argentina akan berhadapan dengan Australia pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Stadion Ahmad Bin Ali, Qatar. Keduanay akan bertanding untuk dapat meraih tiket ke babak selanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026