/
Jum'at, 09 Desember 2022 | 08:28 WIB
Pemain depan tim nasional Jerman Niclas Fullkrug (kanan) dan gelandang Kai Havertz (kiri) bereaksi setelah mereka tersingkir dari Piala Dunia 2022 di Qatar. ([AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV])

Kabar perpecahan di kubu timnas Jerman santer terdengar setelah Der Panzer harus pulang lebih awal dari gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar.

Terlalu mendominasinya pemain Bayern Munchen di skuat timnas Jerman dinilai sebagai salah satu faktor peraih 4 kali trofi Piala Dunia tersebut hanya mampu bermain di fase grup.

“Mungkin itu sebenarnya karena kurangnya lobi. Banyak pemilihan pemain yang tidak tepat untuk ikut ke Qatar,” ujar Maximilian Arnold dari Wolfsburg mengkritik sebelum Piala Dunia, dikutip dari Archysport, Jumat (9/12/2022).

Pelatih Jerman, Hansi Flick, disinyalir menjadi aktor utama yang menyebabkan pemain timnas Jerman gagal lolos ke babak 16 besar. Flick diduga lebih banyak menaruh kepercayaan kepada pemain Bayern Muenchen ketimbang pemain lainnya.

Diketahui, Flick pernah melatih Bayern Munchen selama dua musim. Dirinya tampak memboyong seluruh mantan anak asuhnya masuk ke skuat timnas Jerman.

Padahal apa yang dilakukan telah mendapat banyak sorotan sebelum Piala Dunia 2022 dimulai. Setidaknya ada beberapa pemain Bayern Munchen yang dianggap tidak memiliki performa baik selama membela klub.

Timnas Jerman diketahui tampil buruk sepanjang gelaran Piala Dunia 2022. Hansi Flick gagal membawa timnya lolos dari grup E yang diisi oleh Spanyol, Kosta Rika, dan Jepang.

Bahkan pada babak penyisihan grup, timnas Jerman hanya berhasil meraih 1 kali kemenangan melawan Kosta Rika, imbang saat bertemu Spanyol dan kalah saat melawan Jepang.

Baca Juga: Hasil Arsenal vs Lyon: The Gunners Menang, Mikel Arteta Girang

Load More