/
Rabu, 14 Desember 2022 | 13:40 WIB
Zlatko Dalic Pelatih Kroasia di Piala Dunia 2022 (Tyc Sports)

Zlatko Dalic gagal ulangi capaiannya bersama Krosia di Piala Dunia 2018 dengan melaju ke babak final. Pada babak semifinal Piala Dunia 2022, Kroasia kalah 0-3 dari Argentina, Rabu (14/12). 

Meski Kroasia gagal melangkah ke babak final Piala Dunia 2022, capaian dari Luka Modric dkk tetap layak diancungi jempol. 

Langkah Kroasia di Piala Dunia 2022 cukup konsisten dan tampilkan permainan yang sangat menghibur. Zlatko Dalic dianggap mampu tunjukkan kapasitas dan kemampuannya sebagai pelatih mumpuni. 

Sebagai pelatih, Dalic memang punya peran besar di balik kehebatan Kroasia di dua edisi Piala Dunia, 2018 dan 2022. Ada satu cerita menarik dari pelatih satu ini yakni soal kesalehan dirinya menjalankan agama Kristen.

Agama bagi Zlatko Dalic merupakan salah satu pilar paling fundamental baginya untuk membangun tim yang dilatihnya. Salah satu media Argentina, Tyc Sports, Dalic disebut putra Altar yang mampu membangun tim nasional Kroasia. 

Sisi Kristen tak pernah ditinggalkan oleh Dalic selama menjadi pelatih. Setiap memberi komentar, Dalic pun selalu mengingat dan percaya ada peran Tuhan dalam capaiannya. 

"Semua yang telah saya capai dalam hidup saya dan dalam karier profesional saya, saya berutang pada iman saya dan saya berterima kasih kepada Tuhan yang terkasih," jelas Dalic seperti dilansir dari Tyc Sports

Salah satu hal sederhana yang tunjukkan Dalic adalah seornag Kristen yang taat adalah ia selalu membawa kalung Rosario di saku bajunya setiap mendampingi Kroasia dari pinggir lapangan. 

"Saya selalu membawa satu rosario bersama saya dan ketika saya saya merasa seperti sedang melalui masa sulit, saya akan meletakkannya (kalung Rosario) di tangan saya," ungkapnya. 

Baca Juga: 4 Rekor Lionel Messi Usai Kalahkan Kroasia di Semifinal Piala Dunia 2022

"Saat saya berpegang teguh, dan kemudian semuanya terasa lebih mudah," lanjutnya. 

Zlatko Dalic pun mengaku bahwa ia memang putra Altar. Dalic bercerita bahwa saat kecil, di rumah orang tuanya dulu terdapa sebuah biara dan ia selalu senang saat melaksanakan misa. 

"Di sebelah rumah orang tua saya, ada Biara Fransiskan di Gorica. Sebelumnya, di waktu yang berbeda, saya adalah putra Altar, saya senang pergi ke misa dan ibu saya mengajari dan meneguhkan iman Kristen saya," jelasnya. 

Load More