/
Selasa, 27 Desember 2022 | 22:38 WIB
Bruno Casimir (kanan) memperkuat Sriwijaya FC. (Instagram@Sriwijayafc.id)

Sejak program naturalisasi gencar dilakukan Timnas Indonesia pada periode 2010, jumlah pemain asing yang mendapat kewarganegaraan Indonesia terus meningkat. 

Sejumlah pemian asing yang berkarier di Liga Indonesia mendapat kesempatan untuk mendapat status warga negara Indonesia (WNI). 

Mereka yang dinaturalisasi tidak hanya berasal dari Belanda atau negara lain di Eropa. Setidaknya ada lebih dari 10 pemain dari benua Afrika yang mendapat status WNI. 

Ada yang akhirnya membela Timnas Indonesia seperti striker Osas Saha atau pemain Nigeria, Greg Nwokolo. 

Namun banyak juga pemain asal Afrika yang hanya mendapat status WNI namun tak pernah membela Timnas Indonesia. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya:

Bruno Casimir

PS Siak vs Serpong City. (Instagram/@pengamatsepakbola) (sumber:)

Nama bek asal Kamerun Bruno Casimir pada Maret 2022 lalu jadi sorotan publik sepak bola Indonesia. 

Pemain yang mendapat status WNI itu dianggap terlibat match fixing pada pertandingan Liga 3 musim 2021-22. 

Bruno Casimir yang saat itu memperkuat PS Siak dianggap membiarkan pemain Serpong City, Yohanes Gula mencetak gol. 

Aksi Bruno ini sempat viral di laman media sosial dan membuat publik sepak bola Indonesia berang. 

Baca Juga: Salip Manchester City di Klasemen, Fans Newcastle Boleh Bermimpi soal Juara Liga Inggris Sekarang

Namun dari penyelidikan Komisi Displin PSSI tidak ditemukan indikasi bahwa Bruno Casimir melakukan tindakan match fixing. 

Bruno Casimir ialah bek kawakan yang cukup lama bermain di Liga Indonesia. Sejumlah klub besar Indonesia pernah ia bela seperti Arema, Sriwijaya, PSS hingga Persis Solo. 

Zoubairou Garba

Selanjutnya ada nama Zoubairou Garba. Ia adalah pemain kelahiran Bertoua, Kamerun yang mendapat status WNI pada 2019. 

Sama sepertu Bruno Casimir, Garba sudah cukup lama bermain di Liga Indonesia. Lebih dari 13 tahun, Garba malang melintang di sejumlah klub Indonesia. 

Klub pertama di Indonesia ialah PSIS Semarang pada 2006. Ia mengoleksi 55 caps bersama tim Mahesa Jenar. Pada 2020, ia sempat bermain di Persebaya Surabaya. Terakhir ia tercatat bermain di Liga Malaysia bersama Perak. 

Godstime Ouseluka Egwuatu

Godstime Ouseluka Egwuatu atau yang biasa dipanggil Olisa pada 2019 menjadi pemain yang mendapat status WNI. 

Load More