Suara.com - Lebih dari dua dekade, produk anti bakteri terus bertambah. Saat ini diperkirakan ada ribuan produk antibakteri di muka bumi ini. Produk itu bisa berupa sabun, detergen, pasta gigi, bahkan pakaian anti bakteri.
Produk antibakteri memang terbukti efektif membunuh mikroorganisme di rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya. Tetapi belum ada bukti yang kuat, bahwa produk anti bakteri ini efektif digunakan sehari-hari. Bahkan cara yang salah justru membuat bakteri kebal pada zat antibakteri.
Rolf Halden, Direktur 'Center for Environmental Security di Arizona State University, dalam paper yang dirilis baru-baru ini menyebut masih banyak orang yang salah menggunakan sabun anti bakteri. Zat anti bakteri (biasanya disebut triclosan atau triclocarbon) akan efektif membunuh bakteri jika dibiarkan bertahan 20-30 detik di kulit. "Tapi riset menunjukkan, rata-rata orang menyabun tangannya kurang dari enam detik," ujar Halden.
Kondisi inilah yang justru membuat mikroba kebal terhadap sabun antibakteri. Penelitian lain menyebut, sebenarnya sabun biasa juga bisa membunuh kuman selama penggunaannya benar. Jadi lebih disarankan untuk menggunakan sabun anti-bakteri dalam situasi khusus. Dan jangan lupa, caranya harus benar. (Sumber: dailymail.co.uk)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini