Suara.com - Kebisingan, satu hal yang tak terhindarkan di kota besar macam Jakarta. Suara bising itu, baik yang ditimbulkan oleh lalu lintas maupun musik ternyata berdampak negatif pada kesehatan. Baik kesehatan fisik maupun psikologis. Dan jangan anggap enteng suara bising di sekitar Anda, karena dampaknya bisa serius bahkan bisa memicu serangan jantung.
Berikut dampak dari polusi suara:
1. Sakit kepala.
Suara keras dan nyaring menjadi salah satu pemicu migrain. Jadi jika tetangga Anda mengeluh migrainnya kumat, bisa saja Anda memutar musik terlalu keras.
2. Kehilangan Pendengaran.
Mendengarkan musik keras dengan menggunakan headphone untuk jangka waktu yang lama dapat merusak gendang telinga. Bahkan para ahli mengingatkan seseorang yang selalu mengenakan headphone bisa kehilangan pendengaran di usia 35 tahun.
3. Serangan jantung.
Suara yang terlalu kencang juga tak bagus bagi penderita jantung. Suara keras dan memukul-mukul dapat mempengaruhi echocardiogram seseorang. Dan sebuah laporan menyebutkan, 3 persen serangan jantung secara langsung dan tidak langsung dipicu suara keras yang tiba-tiba.
4. Meningkatkan stres.
Kebisingan kontribusi untuk meningkatkan stres, yang pada gilirannya dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang bisa mengancam kesehatan tubuh.
5. Mengganggu konsentrasi.
Fakta membuktikan suara bising mengurangi kemampuan seseorang dalam berkonsentrasi. Jadi bayangkan berapa banyak Anda kehilangan konsentrasi di tempat kerja ketika rekan Anda terus-menerus bergosip di sekitar Anda .
6. ADHD.
Kebisingan juga menyebabkan anak-anak menjadi kurang perhatian dan sindrom hiperaktif (ADHD). Sayangnya, hal ini akan terbawa hingga mereka dewasa. Bila Anda tidak bisa mendengarkan sesuatu dengan sabar, bahkan ketika ingin melakukannya, bisa jadi ini karena Anda terlalu lama berada di tempat yang bising.
7. Mengganggu pertumbuhan psikologis.
Anak yang terus menerus terpapar kebisingan ternyata pertumbuhan psikologisnya cenderung lambat. Mereka kurang konsentrasi dan sulit untuk belajar.
8. Gangguan berbicara dan mendengarkan.
Balita yang sering mendengar hiruk-pikuk yang tidak masuk akal, cenderung memiliki masalah berbicara dan mendengar. Mereka membutuhkan kejernihan pikiran dan suara untuk belajar bahasa. (Sumber: boldsky.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif