Suara.com - Mulai saat ini, Anda haruslah berhati-hati dalam menonton pertandingan sepak bola. Berdasarkan studi yang dilakukan Barclay dan lembaga riset DARE di Inggris menunjukkan bahwa fans sepak bola lebih berisiko terkena serangan jantung, daripada pemain olahraga itu.
Menggunakan perangkat khusus, yang ditempelkan di badan sejumlah fans sepak bola, diketahui bahwa detak jantung orang-orang tersebut meningkat drastis ketika menyaksikan tim kesayangannya di lapangan hijau.
Detak jantung fans sepak bola akan meningkat rata-rata 145,5 persen ketika menyaksikan timnya kebobolan. Begitupula saat menyaksikan timnya berhasil membobol gawang lawan. Detak jantung mereka meningkat lebih drastis menjadi rata-rata 215,5 persen.
Adapun berdasarkan studi pada 1991, detak jantung rata-rata pemain sepak bola semi-profesional mencapai 172 persen. Peningkatan itu terjadi secara bertahap karena tingginya aktivitas pemain di lapangan.
Sementara fans lebih berisiko terkena serangan jantung karena peningkatan detak jantung terjadi secara mendadak.
Namun jangan khawatir. Dr John Perrins, seorang ahli jantung Inggris punya kiatnya. "Fans sepak bola ada baiknya melakukan joging ketika menuju lapangan. Sehingga peningkatan denyut jantung tidak terjadi secara mendadak," jelasnya. (Extramustard/ Youtube/ Barclaysfootballtv)
Berita Terkait
-
Belum Kapok, Shin Tae-yong Siap Lanjutkan Karier Kepelatihan di Indonesia
-
Nadiem Makarim Operasi Apa? Ini Fakta Terkait Kondisi Kesehatannya
-
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global
-
Sinopsis Hanzaisha, Drama Kriminal Terbaru Issei Takahashi di Prime Video
-
Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Belum Kapok, Shin Tae-yong Siap Lanjutkan Karier Kepelatihan di Indonesia
-
NGORBIT "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan": Antara Merawat Ibu dan Mengejar Impian
-
Lolos dari Blokir Pemerintah, Pakar Ungkap Trik Licik Judol Hayam Wuruk
-
Mensos Saifullah Yusuf Coret 11 Ribu Penerima Bansos Terkait Judi Online
-
WNI Termasuk di Antara 28 Kru Kapal Pesiar yang Ditangkap di AS Terkait Kasus Konten Pelecehan Anak
-
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook
-
Penjelasan Resmi Dukcapil Soal Larangan Serahkan KTP Saat Check-in Hotel
-
AHY Marah Sampai Tunjuk Anak Buah: Kepala Balai Sini, Anda Dengarkan Saya
-
Siapa Roby Kurniawan? Bupati Bintan yang Namanya Terseret Isu Kehamilan Ayu Aulia
-
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook