Suara.com - Para peneliti kini tengah meneliti bahayanya infeksi ringan penyakit Middle East Respiratory Syndrome (MERS) pada manusia. Pasalnya, gejala infeksi ringan tidak tampak dan tidak disadari oleh orang yang terjangkit.
Menurut Dr. David Swerdlow, peneliti di Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), orang bisa terjangkit MERS tanpa harus terlebih dahulu mengalami penyakit pernapasan yang parah.
"Orang yang terjangkit MERS tidak selalu mereka yang mengalami pneumonia dan dirawat di ICU," kata David.
"Kami beranggapan, orang-orang ini (yang tidak terkena pneumonia) tidak berpotensi menularkan MERS (kepada orang lain), tapi kita belum dapat memastikan hal itu," lanjutnya.
Tim CDC yang melakukan penelitian di Arab Saudi, tempat pertama munculnya MERS, sedang menyelidiki apakah mereka yang terinfeksi ringan masih dapat menularkan virus kepada orang lain. Tim ini berencana meneliti anggota keluarga pasien pengidap MERS, meski mereka tidak menunjukkan gejala-gejala penyakit berbahaya tersebut.
Sejauh ini, mereka yang terjangkit MERS menunjukkan gejala seperti batuk, demam, dan penumonia yang parah. Jumlah pengidap MERS naik tiga kali lipat dalam satu bulan terakhir. Di Arab Saudi sendiri, jumlah pasien yang terjangkit MERS mencapai lebih dari 500 orang. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia