Suara.com - Apakah Anda sering minum minuman alkohol sendirian? Bila ya, maka Anda harus berhati-hati, karena kebiasaan ini bisa membahayakan Anda.
Sebuah studi terkini menemukan bahwa orang-orang yang minum alkohol sendirian lebih rentan terhadap perilaku berisiko daripada mereka yang minum dalam kelompok atau dengan teman-temannya.
"Interaksi sosial dalam kelompok dapat mengurangi kecenderungan peminum individu untuk menerima risiko," kata psikolog Tim Hopthrow dari University of Kent di Inggris, seperti dilansir dari Zeenews.
Konsumen alkohol, lanjut dia, menerima lebih banyak risiko ketika memutuskan minum sendirian. Namun risiko minimal saat seseorang memutuskan minum dalam sebuah kelompok.
"Kami berpikir bahwa ini adalah karena dalam kelompok peminum memantau satu sama lain. Kondisi inilah yang membuat orang menjadi lebih berhati-hati ketika langsung ditanya apakah akan mengambil risiko," kata Hopthrow.
Penelitian ini melibatkan 101 peserta yang berusia antara 18-30 yang berada di kelompok.
Para peneliti membandingkan kelompok orang-orang yang berada di bawah batas mabuk.
"Kita tahu bahwa orang lebih mungkin untuk terlibat dalam perilaku berisiko ketika mereka mabuk, apakah itu berhubungan seks tanpa kondom, atau terlibat dalam kegiatan kriminal kekerasan atau lainnya," kata Rose Meleady dari University of East Anglia di Inggris.
Penelitian ini, tambah dia, menunjukkan bahwa minum sebagai bagian dari kelompok sosial dapat mengurangi dampak konsumsi alkohol terhadap pengambilan risiko.
Berita Terkait
-
Fatal Akibat Kurang Tidur: Belajar dari Kisah Influencer yang Meninggal Saat Live Streaming
-
Mendiktisaintek Klarifikasi Isu Penutupan Jurusan Kuliah yang Tak Sesuai Kebutuhan Industri
-
122 Prodi di Kampus Negeri dan Swasta Ditutup Sepanjang 2026, Menteri Brian Ungkap Alasannya
-
Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk
-
5 Pilihan Pelembab Wajah Tanpa Alkohol dan Parfum yang Aman Dipakai saat Ibadah Haji
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat