Suara.com - Studi terkini menunjukkan bahwa meski secara umum, radiasi dari sinar-X standar tidak secara signifikan meningkatkan risiko kanker pada anak-anak, tetapi anak-anak yang menjalani prosedur yang lebih kompleks dengan radiasi yang lebih tinggi memiliki risiko yang lebih tinggi.
"Risiko kanker secara keseluruhan relatif rendah, tapi kami berharap bahwa kesadaran ini akan mendorong penyedia layanan untuk membatasi paparan radiasi pada anak-anak," kata Jason Johnson, asisten profesor di University of Tennessee Health Science Center di Amerika Serikat, seperti dilansir dari Zeenews.
Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti meninjau catatan medis untuk menemukan prosedur pencitraan yang paling umum, dihitung berapa banyak radiasi yang diserap oleh organ tubuh setiap kali prosedur tersebut dilakukan.
Catatan medis ini kemudian digunakan oleh National Academy of Sciences di Amerika Serikat untuk menganalisis risiko kanker seumur hidup didasarkan pada jumlah paparan setiap kali prosedur itu dilakukan.
Meningkatkan risiko kanker seumur hidup berkisar dari 0,002 persen untuk rontgen dada menjadi 0,4 persen untuk CT scan kompleks dan katerisasi jantung.
Berita Terkait
-
Kolaborasi Perkuat Layanan Jantung Anak di RSUD Tobelo
-
Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jangan Keburu Parno! Ini Rahasia Membaca Angka Detak Jantung agar Tidak Gampang Panik
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu