Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan bahwa epidemi Ebola di Afrika Barat "menyebar tak terkendali". Obama juga mendesak masyarakat dunia untuk bertindak cepat dan lebih banyak berkontribusi untuk membantu mengatasi penyebaran penyakit mematikan tersebut.
"Begini kenyataan pahitnya. Di Afrika Barat, Ebola kini sudah menjadi epidemi, seperti yang belum pernah kita saksikan sebelumnya. Itu (ebola) menyebar tak terkendali, makin memburuk," kata Obama dalam pertemuan dengan para pejabat kesehatan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat di Atlanta, Georgia, hari Selasa (16/9/2014).
"Namun saat ini, dunia masih punya kesempatan untuk menyelamatkan banyak nyawa. Saat ini, dunia memiliki tanggung jawab untuk bertindak, untuk bergerak, dan melakukan sesuatu yang lebih. Amerika Serikat berniat untuk melakukan lebih lagi," tambah Obama
Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan mengirim 3.000 tentara untuk membantu mengatasi wabah Ebola, termasuk pasukan untuk ditempatkan di Liberia, negara di mana penyakit mematikan itu berkembang tak terkendali.
Selain mengerahkan pasukan, AS juga berencana mendirikan 17 pusat perawatan, melatih ribuan pekerja kesehatan, serta mendirikan sebuah pusat kendali militer untuk koordinasi.
Selain AS, Kuba dan Cina juga mengatakan akan mengirim staf medis ke Sierra Leone. Kuba akan menempatkan 165 orang pada bulan Oktober mendatang, sementara Cina akan mengirim laboratorium bergerak dengan 59 staf untuk mempercepat pengujian penyakit tersebut. Saat ini, Cina sudah menempatkan 115 staf dan membuat sebuah rumah sakit di negara tersebut.
Saat ini, menurut catatan WHO, Ebola sudag membunuh lebih dari 2.400 orang dari 4.794 kasus yang terjadi di Afrika Barat. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat