Suara.com - Nyeri Pasca Herpes Zoster (NPH) adalah komplikasi yang biasa dialami pasien Herpes Zoster yang biasa menyerang kaum lanjut usia (lansia).
Selain menimbukan berbagai masalah yang mempengaruhi keadaan fisik, seperti ruam-ruam pada kulit, nyeri akut, penurunan berat badan, gangguan tidur hingga penurunan fungsi kelopak mata pada penderita, NPH juga dapat mempengaruhi kondisi penderita.
Menurut dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, KGer dari Divisi Geriatri, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, NPH juga dapat menimbulkan depresi, gelisah, tekanan emosional, susah berkonsentrasi hingga akan mempengaruhi aktivitas sehari-hari, seperti menjadi kurang percaya diri, perubahan peran sosial dan penurunan aktivitas sosial. Untuk mengatasi keadaan ini, kata edy, pasien NPH memerlukan bantuan seorang psikiater.
"Akibat dari nyeri akutnya, pasien bisa sampai depresi. Peran psikiater dibutuhkan di sini karena memang sangat erat sekali hubungannya dengan gangguan psikologia," ujar Edy dalam Seminar Media "Lansia dan Nyeri Pasca Herpes, Cegah dari Sekarang!" di Jakarta, Selasa (30/9/2014).
Meskipun pada saat awal belum terjadi depresi, ujarnya, tapi HZ yang tak kunjung sembuh bisa membuat pasien merasa lelah, akhirnya akan mengalami depresi juga. "Disitulah peran psikiater dibutuhkan," jelas Edy.
Mengapa psikiater bukan psikolog? Karena menurut Edy, psikiater akan lebih tahu kapan harus diberikan obat untuk penyembuhan fisik dan obat untuk psikoterapi. "Diberikan obat atau tidak, hal itu nantinya bisa diputuskan oleh psikiater," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien