Suara.com - Minuman berenergi memang dapat meningkatkan kinerja atlet atau para pekerja. Tetapi sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di British Journal of Nutrition, mengungkap minuman berenergi juga menyebabkan insomnia dan kegelisahan.
Penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari University of Camilo Jose Cela (UCJC), Spanyol itu mengevaluasi efek positif dan negatif dari minuman energi pada atlet.
"Atlet merasa mereka memiliki lebih banyak kekuatan dan semangat dengan mengasup minuman energi dibandingkan dengan minuman plasebo. Namun, minuman energi juga meningkatkan insomnia, gugup dan tingkat rangsangan yang justru muncul di jam-jam istirahat," kata Juan Del Coso Garrigas, Laboratorium Fisiologi UCJC
Dalam penelitian ini, olahragawan (sepak bola, basket, rugby, bola voli, tenis dan pemain hoki) diminta mengonsumsi tiga kaleng minuman energi atau minuman plasebo sebelum turun bertanding.
Hasilnya, kinerja atlet meningkat antara 3-7 persen tapi pada saat yang sama, juga menyebabkan efek samping yang juga ditemukan dengan minuman berkafein lainnya.
Para peneliti mencatat konsentrasi kafein (32 mg/100 ml produk) ditemukan dalam minuman energi, sehingga total ada 80 mg kafein per 250 ml minuman berenergi yang diasup.
Minuman energi juga mengandung vitamin, karbohidrat, kafein, taurin dan vitamin B. Tetapi minuman berenergi tidak memberikan lebih banyak energi daripada minuman ringan lainnya. Mereka hanya memiliki "energi" yang merupakan hasil stimulasi yang diberikan oleh kafein, para penulis menyimpulkan. (zeenews.india.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya