Suara.com - Direktur Centers For Disease Control and Prevention (CDC), dr Thomas Frieden, mengungkapkan bahwa Ebola semakin kuat. Virus tersebut, kini, mampu bermutasi dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Yang mengkhawatirkan, kata Thomas, Ebola ditakutkan dapat menyebar hanya lewat batuk kecil atau bersin.
Juru bicara CDC, Tom Skinner, menambahkan bahwa pihaknya telah menemukan bukti Ebola dapat tersebar pada manusia hanya melalui konta fisik.
"Jadi saya tidak bisa memungkiri kalau Ebola memang dikhawatirkan dapat tersebar lewat batuk dan bersin," kata Tom.
Pernyataan kedua peneliti mengingatkan kembali dengan penemuan pada 1989 silam di Laboratorium Reston, Virginia, Amerika Serikat. Saat itu, para peneliti mengatakan bahwa para primata diduga kuat menyebarkan Ebola melalui batuk dan bersin.
Ditentang
Sementara itu, sejumlah dokter dan peneliti lain menentang pernyataan pihak CDC. Menurut mereka tidak ada bukti yang menunjukkan Eboa secara eksklusif menyebar melalui kontak fisik.
Apapun hasilnya, yang jelas saat ini Ebola telah menjadi momok menakutkan bagi dunia. Virus mematikan itu telah memakan lebih dari 3.400 orang di Afrika Barat.
Di Amerika sendiri, Presiden Barack Obama telah menyerukan seluruh bandara untuk meningkatkan skrining kepada para penumpang pesawat.
Apalagi, Amerika juga telah memiliki satu kasus Ebola. Sang pasien, Thomas Eric Duncan, dinyatakan telah meregang nyawa digerogoti Ebola.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh