Suara.com - Setelah sukses menggelar "The Color Run" pada awal 2014, kegiatan lari sehat yang menyenangkan ini akan kembali digelar pada 23 November 2014.
Pada gelaran keduanya, "The Color Run" yang disponsori oleh CIMB Niaga ini bekerja sama dengan Yayasan Alzheimer Indonesia.
Kegiatan ini, menurut L Wulan Tumbelaka, Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, digelar untuk mengajak "The Color Runners", serta masyarakat luas agar peduli pada kesehatan generasi lanjut usia (lansia).
Seperti yang telah diketahui, penyakit yang banyak di derita kaum lansia ini sangat identik dengan kepikunan.
Menurut dr. Yuda Turana dari Departemen Neurologi dan Pusat Penelitian Kesehatan menjelaskan bahwa penyakit Alzheimer memang tidak dapat disembuhkan, tapi dapat dicegah.
"Salah satu cara melawan pikun adalah dengan berolahraga. Penelitian menunjukan, Olahraga dapat meningkatkan ukuran hipocampus (pusat memori otak) dan mempertajam ingatan," ujarnya, di Jakarta, Rabu (15/10/2014).
Olahraga atau latihan fisik, lanjut Yuda, bisa menstimulasi otak. Bukan hanya dapat memperbesar otot, tapi juga volume otak.
Lantas latihan fisik seperti apa yang dianjurkan untuk mencegah penyakit ini? Yuda menyarankan setiap orang dapat mengikuti aktivitas fisik yang menyenangkan, seperti "The Color Run".
"Maka tepat rasanya bila 'The Color Run' ikut menggaungkan kampanye melek hidup sehat dan mengurangi risiko terkena Alzheimer di usia lanjut, serta meningkatkan kepedulian masyarakat akan para penderitanya," ujar Wulan lagi dalam kesempatan yang sama.
Pendapat yang sama juga dikatakan oleh Executive Director Alzheimer Indonesia DY Suharya. Dirinya sangat optimis ajang lari semacam ini dapat membawa perubahan pada perilaku masyarakat yang selama ini cenderung acuh terhadap gejala Alzheimer dan penderitanya.
"Tahun ini ada 1 juta orang penderita Alzheimer, maka dimasa yang akan datang, jumlahnya dapat berkurang, jika semua orang sadar betapa pentingnya pencegahan pada penyakit ini," ujarnya.
The Color Run merupakan kegiatan berlari dengan jarak lima kilometer yang mengedepankan konsep bersenang-senang dengan kawan dan keluarga ketimbang adu kecepatan.
Di acara ini, siapapun boleh bergabung, tidak didasari umur, kecepatan, ras, berat badan, ukuran, ataupun gender. Nantinya, para peserta akan ditaburi bubuk warna-warni yang akan menambah kemeriahan.
Biaya pendaftaran bagi siapapun yang ingin mengikutinya, senilai Rp250.000. Registrasi dibuka mulai 15 September 2014 sampai 7 November 2014.
Berita Terkait
-
Perlindungan Maksimal Saat Olahraga: 5 Rekomendasi Sunscreen Tahan Keringat
-
Lari 100 Meter Naik Level: Dari Olahraga Jadi Hiburan Seru Bagi Anak Muda
-
PB ORADO Dorong Pembinaan Atlet Lewat Kejuaraan di Bandung
-
5 Rekomendasi Smartband Murah untuk Olahraga, Fitur Lengkap Mulai Rp200 Ribuan
-
Lebih dari Sekadar Olahraga: Alasan Sepeda Gunung Kini Jadi Gaya Hidup Favorit Masyarakat Indonesia
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS