Suara.com - Ebola kini menjadi topik paling populer di ranah kesehatan. Perkembangannya pun selalu dinanti ratusan juta pasang mata di seluruh dunia.
Virus yang awalnya menjangkit negara Guinea pada Desember 2013, kini tak hanya menjangkit beberapa negara di Afrika Barat, tapi juga telah menyebar ke beberapa negara lain seperti Amerika Serikat dan Spanyol.
Data terbaru bahkan menyebutkan bahwa kasus infeksi ebola pada manusia sudah mendekati angka 14000 kasus dan menewaskan lebih dari 4951 jiwa.
Menanggapi hal ini Medecins Sans Frontieres (MSF) atau organisasi Dokter Lintas Batas yang turut andil dalam menangani pasien ebola di Afrika Barat menyatakan, tak ada yang harus ditakuti dari virus ebola, asal tahu cara pencegahannya dengan baik dan benar.
Mereka menganggap bahwa dunia kini menjadi sangat ketakutan akibat perkembangan virus ini yang begitu cepat, namun lupa memahami bagaimana cara tepat untuk menanggulanginya.
"Jangan ketakutan berlebihan. Sangat perlu mendidik publik agar tidak cepat panik," kata dr. Maria Guevara dari Regional Humanitarian Representative MSF kawasan ASEAN pada acara temu media "Perkembangan Kasus Ebola" di Jakarta, Rabu (12/11/2014).
Virus ebola bekerja dengan merusak sistem kekebalan tubuh, menyebabkan perdarahan dalam tubuh, serta merusak hampir semua organ. Meskipun virus ini sangat mengerikan, tapi Anda hanya bisa terinfeksi apabila ada kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi.
Virus Ebola menular melalui cairan tubuh seperti darah, feses, muntahan, air mani, urin, keringat, air mata, dan ASI.
Maria menegaskan bahwa virus Ebola tidak akan menular melalui kontak biasa, misalnya duduk di sebelah orang yang terinfeksi. Menurutnya, udara, makanan, dan air minum tidak membawa virus Ebola. Virus ini dikatakan Maria, bukan jenis virus yang mudah menular.
“Lebih mudah tertular penyakit flu dan malaria ketimbang Ebola,” ucap Maria.
Meski demikian, ia mengimbau semua masyarakat di seluruh dunia untuk memiliki kesadaran yang tinggi dan pengetahuan yang memadai soal ebola. Maria mencontohkan bahwa proses pengurusan jenazah penderita ebola tidak bisa sembarangan.
Ketika menyentuhnya, tentu virus akan dengan mudah berpindah ke orang tersebut. Sebaiknya biarkan tim khusus dan terlatih yang mengurus jenazah hingga menguburnya menggunakan peralatan yang tepat.
Bagi orang yang merasakan gejala mirip ebola seperti demam mendadak, rasa lemas, nyeri otot, sakit kepala, dan sakit tenggorokan sebaiknya segera mengonsultasikannya ke medis untuk diteliti lebih lanjut apakah positif terinfeksi ebola atau tidak.
Jika ya, maka sebaiknya pasien ebola harus segera diisolasi untuk penanganan lebih lanjut dan menekan penularannya. Penangan cepat harus diberikan, kata Maria karena kekebalan tubuh pasien masih bisa dikontrol dan diberikan obat untuk menyembuhkannya. "Jika cepat ditangani maka kemungkinan ia untuk bertahan hidup lebih tinggi," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya