Suara.com - Muntah yang keluarnya hanya sedikit atau dikenal pula dengan sebutan gumoh sering dialami oleh bayi.
Meski tak berbahaya, hal ini tidak boleh didiamkan terus menerus. Mengapa? Karena bila bayi mengalami gumoh lebih dari empat kali sehari bisa berefek pada penurunan berat badan si bayi. Ini dikarenakan berkurangnya cairan dalam tubuh.
Konsultan Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Dr Sardjito Yogyakarta, Prof Dr Muhammad Juffrie mengatakan gumoh sebenarnya merupakan isi lambung yang keluar secara tidak sengaja lewat mulut si kecil. Berbeda dengan muntah yang diikuti kontraksi isi perut.
"Gumoh sebenarnya kejadian yang normal pada bayi, tapi bila berlebihan bisa menyebabkan komplikasi yang akan mengganggu pertumbuhan si bayi bila cairan yang keluar tidak seimbang dengan yang masuk," ujarnya di Jakarta, belum lama ini.
Menurut dia, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan gumoh pada bayi seperti belum sempurnanya organ pencernaan bayi. Ini bisa terjadi saat digendong bayi minum susu lalu dibaringkan sehingga membuat cairan yang masuk keluar lagi.
"Ini karena katup lambungnya belum sempurna, susu bisa keluar lagi dari mulutnya," jelas Juffrie.
Tak hanya itu, bayi yang menangis kencang bisa memicu sebagian isi perutnya untuk keluar. Padahal tangisan bayi mungkin terjadi karena tak bisa menelan susu dengan sempurna.
"Bayi yang menangis sesenggukkan akan membuat udara tertelan berlebihan. Ketika mendapat tekanan berlebihan dari luar, sebagian isi perut bayi bisa keluar, itulah yang disebut gumoh," imbuhnya lagi.
Bayi, lanjut Juffrie, memiliki lambung yang kecil. Ketika susu yang ia telan melebihi kapasitas lambung lalu bayi menggeliat, maka tekanan dalam perut menjadi tinggi sehingga terjadi gumoh.
Berita Terkait
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Dari Flu hingga Hidung Tersumbat: Panduan Menenangkan Ibu Baru Saat Bayi Sakit
-
Pertama di Indonesia, Selebgram Tasya Sayeed Rilis Micellar Water Untuk Bayi
-
Kamari Punya Kulit Sensitif, Jennifer Coppen Rekomendasikan Produk Perawatan Bayi dengan Tribiotik
-
Minyak Telon Masa Kini, Jawaban untuk Ibu yang Ingin Lebih dari Sekadar Hangat
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang