Suara.com - Bagi Anda penyuka kentang, kini tak usah khawatir untuk menjadikannya cemilan favorit Anda.
Peneliti baru-baru ini menemukan manfaat ekstrak kentang yang dapat membatasi kenaikan berat badan dari diet yang tinggi lemak dan karbohidrat.
Para ilmuwan dari McGill University di Kanada mengatakan manfaat dari ekstrak kentang adalah memiliki konsentrasi tinggi polifenol, komponen kimia yang bermanfaat juga sering ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran.
"Kami pikir ini tidak bisa terjadi - pada kenyataannya, kami lakukan lagi percobaan menggunakan bagian yang berbeda ekstrak dari kentang yang tumbuh di musim lain, hanya untuk memastikan," kata Agellon.
Tidak dapat dipungkiri, kentang tak hanya dikenal memiliki kandungan karbohidrat tinggi, tapi juga kaya polifenol.
Saat melakukan penelitian, para peneliti melakukan percobaan pada tikus-tikus yang diet akibat obesitas dengan hanya memakan ekstrak kentang selama seminggu.
Hasilnya, tikus yang awalnya memiliki berat rata-rata 25 gram, setelah 10 minggu rata-rata beratnya menjadi 16 gram. Tikus yang melakukan diet ekstrak kentang jauh lebih sedikit mengalami kenaikan berat badan, selisihnya bisa sampai 7 gram lebih.
"Dosis harian ekstrak berasal dari 30 kentang, tapi tentu saja kami tidak menyarankan siapa pun untuk memakan 30 kentang sehari," ujar penulis utama studi, Stan Kubow.
Meskipun manusia dan tikus memiliki metabolisme dalam menyerap makanan dengan cara yang sama, peneliti menyarankan adanya uji klinis lanjutan untuk memvalidasi efek menguntungkan pada manusia. Selain itu, dosis optimal untuk lelaki dan perempuan juga perlu ditentukan, karena metabolisme mereka berbeda. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!