Suara.com - Saat terlelap lantaran tidur terlalu nyenyak, seringkali tidak menyadari bahwa kita telah mengigau. Mungkin bagi kita tak masalah, tapi bagaimana dengan orang yang tidur di sebelah kita? Tentunya akan sangat menganggu, terlebih jika terjadi setiap hari.
Untuk mencari tahu solusi mengatasi kebiasaan mengigau saat tidur, maka Anda harus terlebih dahulu mencari tahu penyebabnya.
Mengigau merupakan gangguan tidur yang tidak normal di mana orang berbicara tanpa menyadarinya. Penelitian menunjukkan bahwa mengigau bukanlah hasil pikiran sadar.
Saat mengigau orang bisa berbicara sendiri, tertawa atau bahkan berteriak. Umumnya mengigau sering terjadi pada kelompok anak-anak usia tiga sampai 10 tahun.
Namun, 5 persen orang dewasa juga bisa mengalami kebiasaan ini. Sebagian besar umumnya diderita laki-laki.
Meski tidak berbahaya, dalam beberapa kasus mengigau bisa menjadi indikasi dari gangguan tidur yang serius.
Penyebab umum mengigau di antaranya adalah stres, depresi, demam, kurang tidur, konsumsi alkohol, faktor keturunan, mimpi buruk, penyakit mental, hingga gangguan jiwa. Bila merasa belum terlalu mengganggu, pengobatan lebih lanjut tidak diperlukan.
Namun untuk mengatasi pengaruhnya terhadap orang lain, Anda dapat mengubah pola tidur dan mengurangi gejala yang bisa menyebabkan stres. (Healthmeup)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi