Suara.com - Sebuah teori baru-baru ini menemukan bahwa pembicaraan orang dewasa memiliki pengaruh pada bayi yang baru lahir. Pidato misalnya yang dilakukan oleh orangtua kepada sang bayi dapat berperan dalam meningkatkan kemampuan kognitif dan sosial bayi.
Sandra Waxman, profesor psikologi di University's Institute for Policy Research menjelaskan bahwa penemuan ini bukan disebabkan, karena rendahnya kosakata yang dimiliki bayi sehingga mudah mencerna kosakata baru yang didapatkannya dari pembicaraan orang tuanya. Namun lebih disebabkan karena kosakata baru membuat otaknya terstimulasi untuk mencerna dan menyimpannya.
New York University's Athena Vouloumanos pun menyarankan agar orangtua kerap mengajak sang bayi untuk berkomunikasi, bukan hanya untuk mengajarkan mereka lebih banyak kata tapi juga menstimulasi kemampuan kognitif dan sosial yang membentuk karakter anak di masa mendatang.
Temuan ini didapatkan setelah dilakukan hasil analisis laboratorium pada beberapa bayi berusia 2 atau 3 bulan yang ternyata tak hanya suka mendengarkan apa yang diucapkan orangtua kepada dirinya tapi juga mempelajari hubungan sosial yang dilakukan orangtuanya. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang