Suara.com - Baru-baru ini merebak kasus apel impor asal Amerika Serikat yang mengandung bakteri berbahaya Listeria Monocytogenes. Berdasarkan data dari Centre of Disease Control (CDC) USA, baru-baru ini dilaporkan 32 pasien yang terinfeksi bakteri Listeria, tiga di antaranya meninggal dunia.
Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian, Banun Harpini menyatakan bahwa kasus infeksi bakteri di apel ini terjadi pada 9 Januari lalu yang berasal dari produk olahan apel yakni permen. Bahkan pada 21 Januari lalu, Indonesia menerima notifikasi dari pemerintah Amerika Serikat, yang berisi permintaan agar para mitra dagang USA mengambil langkah pencegahan kejadian penyakit listeriosis.
"Pemerintah Amerika Serikat telah melakukan penarikan dan meminta negara-negara yang tergabung dalam mitra dagang untuk melakukan tindakan antisipasi penyakit listoriesis," ungkapnya pada acara temu media di gedung Kementrian Pertanian, Jakarta, Senin (26/1/2015).
Lebih lanjut Banun mengatakan bahwa kebiasaan mengupas kulit buah sebelum dimakan lebih baik sebagai tindakan pencegahan. Pasalnya, bakteri ini kerap menempel di bagian kulit buah. Selain itu, pada makanan olahan yang berasal dari apel, bakteri ini bisa mengendap akibat proses pengolahan yang tidak sempurna.
"Sebaiknya mencuci bagian kulit buah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi menggunakan air bersih yang mengalir. Jika diolah, maka pastikan cara pengolahannya dalam pemanasan yang maksimal," imbuhnya.
The United States Department of Agriculture (USDA) memberi peringatan pada dua jenis apel bermerk Granny Smith dan Gala dalam olahan permen yang ternyata mengandung bakteri mematikan, Listeria Monocytogenes.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak