Suara.com - Lari pagi ternyata tak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kecerdasan otak Anda asalkan dilakukan secara konsisten.
Sebuah penelitian terkini menunjukkan bahwa orang yang konsisten latihan fisik di pagi hari, terutama berlari memiliki intelektualitas yang lebih tinggi.
"Manfaat tersebut menurun saat orang meninggalkan kebiasaan jogging. Artinya, olahraga yang konsisten diperlukan untuk menjaga manfaatnya," kata pemimpin penelitian Dr Kisou Kubota dari Nihon Fukushi University di Handa, Jepang.
Untuk sampai pada kesimpulan ini, para peneliti melakukan penelitian selama empat bulan dengan menggunakan tujuh sampel orang muda dan sehat. Mereka diberikan jadwal latihan berlari selama 30 menit, dua sampai tiga kali seminggu selama kurun waktu minimal 12 minggu.
Setiap pelari juga diminta mengambil serangkaian tes berbasis komputer untuk membandingkan kemampuan memori sebelum dan sesudah menjalani program jogging selama tiga bulan. Setelah 12 minggu, skor pada semua tes menngkat signifikan. Fungsi kognitif mereka pun jauh lebih berkembang.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan lari memiliki pengaruh yang besar terhadap fungsi prefrontal dan kognitif seseorang jika dilakukan secara konsisten," jelas Kubota.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa berlari dapat mempertahankan aliran darah dan oksigen yang melindungi otak. Asupan oksigen yang maksimal ditambah peredaran darah yang sempurna membuat otak bekerja secara optimal.
Kesimpulan yang sama juga didapat dari penelitian di University of South Carolina yang menemukan fakta bahwa latihan treadmill dan jogging mampu meningkatkan kekuatan otak dan membuat otot lebih tahan terhadap kelelahan.
Dalam jangka panjang, berlari dapat mencegah penyakit Alzheimer dan memperlambat penuaan. Tak perlu berlari secara berlebihan. Cukup luangkan waktu 30 menit agar otak Anda bekerja lebih cepat dan efisien. (Preventdisease)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren