- Perempuan memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan muskuloskeletal akibat faktor hormonal, anatomi, serta aktivitas fisik yang padat.
- Dokter I Made Yudi Mahardika menekankan pentingnya evaluasi medis dini terhadap nyeri lutut guna mencegah penurunan fungsi sendi.
- Siloam Hospitals Mampang menyelenggarakan kampanye edukasi kesehatan tulang dan sendi bagi masyarakat sejak 21 April 2026 mendatang.
Suara.com - Nyeri lutut yang kerap dianggap keluhan ringan ternyata dapat menjadi tanda awal gangguan muskuloskeletal yang lebih serius, terutama pada perempuan. Keluhan seperti nyeri lutut saat naik tangga, pegal berkepanjangan, hingga rasa tidak nyaman saat beraktivitas fisik sering dianggap sebagai hal yang wajar.
Padahal, secara medis, gejala tersebut dapat menjadi indikasi awal gangguan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dokter Spesialis Ortopaedi dan Traumatologi Siloam Hospitals Mampang, dr. I Made Yudi Mahardika, Sp.OT, mengatakan perempuan memiliki risiko lebih tinggi terhadap sejumlah gangguan muskuloskeletal.
“Secara medis, perempuan memiliki risiko lebih tinggi terhadap beberapa gangguan muskuloskeletal tertentu, seperti cedera ligamen lutut dan osteoporosis. Hal ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor hormonal, seperti peran estrogen terhadap kekuatan ligamen dan kepadatan tulang, serta faktor anatomi dan biomekanik,” ujarnya peringatan Hari Kartini dan Hari Perawat, dalam keterangannya.
Di tengah gaya hidup yang semakin aktif, banyak perempuan menjalani berbagai peran sekaligus, sebagai pekerja, ibu, hingga individu yang rutin berolahraga. Namun, di balik aktivitas tersebut, terdapat risiko gangguan pada tulang dan sendi yang kerap tidak disadari sejak dini.
Ia menegaskan, keluhan nyeri lutut tidak seharusnya dianggap sebagai kelelahan biasa. “Karena itu, keluhan seperti nyeri lutut tidak boleh dianggap sepele dan perlu dievaluasi sejak dini,” tambahnya.
Menurutnya, keterlambatan dalam mengenali gejala awal dapat berujung pada kondisi yang lebih kompleks, mulai dari penurunan fungsi sendi hingga kebutuhan tindakan medis lanjutan. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas hidup perempuan dalam jangka panjang.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan, Siloam Hospitals Mampang menghadirkan booth edukasi yang terbuka bagi masyarakat. Melalui pendekatan yang interaktif, pengunjung dapat memperoleh informasi seputar kesehatan tulang dan sendi sekaligus mengikuti berbagai aktivitas dan permainan edukatif.
Inisiatif ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara informasi medis dan pemahaman publik, agar pesan kesehatan dapat diterima dengan lebih mudah. Selain itu, pengunjung juga berkesempatan mendapatkan voucher layanan kesehatan sebagai bagian dari kampanye promotif dan preventif.
Baca Juga: Jawab Wacana Gerbong Perempuan ke Tengah, Dirut KAI: Semua Berhak Selamat
Kegiatan ini juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan komunitas. Siloam Hospitals Mampang menilai kolaborasi ini penting untuk menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 21 April 2026 melalui kampanye apresiasi tenaga kesehatan dalam rangka Hari Kartini. Dukungan dari berbagai mitra, termasuk media perempuan, turut memperkuat upaya peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan perempuan.
Selain itu, kehadiran atlet seperti Reza Guntara dan Russel Nyoo juga menjadi bagian dari kampanye, dengan membawa pesan pentingnya menjaga kesehatan fisik melalui pendekatan yang tepat. Siloam Hospitals Mampang berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat, khususnya perempuan, untuk lebih peduli terhadap kesehatan tulang dan sendi sejak dini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?