Suara.com - Hingga saat ini, kanker belum ada obatnya. Kemajuan dunia medis sejauh ini hanya mampu menghambat perkembangan sel-sel kanker yang mematikan.
Namun, kisah seorang perempuan di Australia ini amatlah luar biasa. Divonis hanya memiliki sisa waktu lima tahun untuk hidup karena kanker yang telah menyebar ke seluruh tubuhnya, perempuan ini justru berhasil mengalahkan kanker dengan mengkonsumsi buah nanas secara rutin.
Candice Marie Fox nama perempuan yang kini berusia 31 tahun ini. Perempuan asal Houghton regis, Hertfordshire, ini awalnya menemukan benjolan di atas tulang selangkanya pada tahun 2011. Hasil pemeriksaan ultrasonografi mengungkap adanya 20 sel kanker tiroid papila di tubuh Candice.
Ternyata, sel-sel kanker sudah menjalar ke liver dan tulang leher bagian belakangnya. Bahkan, pembentukan sel kanker sudah mulai terlihat di paru-parunya. Parahnya lagi, oleh dokter, Candice divonis hanya punya waktu lima tahun untuk hidup.
Dokter menyarankannya untuk menjalani kemoterapi guna melawan pertumbuhan sel kanker. Namun, Candice menolak.
Alasannya, Candice tak percaya kemoterapi bisa membantu. Pasalnya, teman Candice, Jamie Brownsmead, (31), dan sepupunya Frankie Gerathy, (13) meninggal dunia karena kemoterapi justru membuat tubuhnya kian lemah.
Sebaliknya, Candice, yang bermukim di Karratha, Australia Barat, memilih jalan lain.
"Saya mulai mengkonsumsi banyak buah-buahan - terkadang selama berminggu-minggu saya hanya makan buah," kata Candice.
Candice mulai mencari referensi di internet dan makan hanya buah dan sayuran. Salah satu buah yang paling banyak ia makan adalah nanas. Sebab, nanas adalah buah kaya akan Bromelain, senyawa yang diyakini 'memangsa' sel-sel kanker. Dalam sehari, Candice bisa menghabiskan tiga buah nanas.
"Saya membuang tumor-tumor besar dengan cara membuat mereka lapar dengan ilmu makanan murni," ujar Candice.
"Seperti nanas, kiwi, dan pepaya - saya mendapat informasi bahwa bromelain memangsa lapisan protein tertentu pada sel kanker," sambungnya.
Candice juga berhenti makan daging, yang konon membuat banyak energi tubuh untuk mencernanya.
"Ada sebuah protein dalam produk olahan hewan yang justru memberi makan sel kanker dan ketika saya makan banyak, tubuh saya tidak bisa menyembuhkan diri karena seluruh energi kita terbuang untuk mencerna makanan," katanya.
"Saat ini tidak ada tumor yang tersisa di dalam tubuh saya. Saya amat bersyukur. Saya menjadi diri saya seutuhnya," sambungnya.
Candice juga menjauhi produk-produk kosmetika, semprotan pembersih, rokok dan mulai rutin melakukan yoga. Candice juga menceraikan suaminya yang menurutnya, tidak mendukung upayanya untuk sembuh dari kanker.
Berita Terkait
-
CERPEN: Gema yang Tak Pernah Usai
-
Akses Perawatan Kanker Lebih Mudah dengan Fasilitas Radioterapi Modern
-
Inovasi Terapi Kanker Kian Maju, Deteksi Dini dan Pengobatan Personal Jadi Kunci
-
Tahun ke-6 Berjuang Lawan Kanker, Vidi Aldiano Sampaikan Pesan Haru
-
Pesan Haru Vidi Aldiano di Tahun ke-6 Berjuang Lawan Kanker: Kuharap Perjumpaan Kita Bisa Berakhir
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan