- Indonesia mencatat 408.661 kasus kanker baru per tahun dengan potensi lonjakan 70% pada tahun 2050 mendatang.
- Rendahnya tingkat deteksi dini menyebabkan mayoritas pasien terdiagnosis pada stadium lanjut sehingga memperburuk peluang kesembuhan serta biaya.
- AstraZeneca mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mengadopsi inovasi medis sebagai investasi strategis bagi pembangunan kesehatan dan ekonomi nasional.
Suara.com - Ancaman penyakit kanker di Indonesia kini bukan sekadar isu kesehatan masyarakat, melainkan tantangan serius bagi ketahanan ekonomi nasional. Tanpa langkah intervensi yang agresif dan progresif, beban penyakit ini berpotensi menjadi penghambat utama (silent barrier) dalam pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay, menegaskan bahwa penanganan kanker saat ini memerlukan perubahan paradigma. Menurutnya, pendekatan konvensional tidak lagi cukup untuk meredam laju kasus yang terus meningkat secara signifikan.
Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan: Indonesia mencatat sekitar 408.661 kasus baru dengan angka kematian melampaui 242.000 jiwa setiap tahunnya. Bahkan, Kementerian Kesehatan RI memprediksi lonjakan kasus hingga 70% pada tahun 2050 jika tidak ada intervensi kuat.
Esra menekankan bahwa statistik ini membawa dampak riil pada penurunan kualitas hidup dan beban finansial keluarga.
"Kanker melemahkan fondasi pembangunan melalui meningkatnya beban penyakit, menurunnya produktivitas tenaga kerja, dan membengkaknya biaya kesehatan jangka panjang," ujar Esra Erkomay dalam keterangannya, Senin (13/4).
Deteksi Dini: Budaya yang Harus Dibangun
Tantangan terbesar di Indonesia saat ini adalah rendahnya tingkat deteksi dini. Mayoritas pasien, khususnya pada kasus kanker payudara (lebih dari 70%), baru terdiagnosis pada stadium lanjut. Kondisi ini secara drastis memperkecil peluang kesembuhan serta meningkatkan kompleksitas biaya pengobatan.
Esra mendorong agar skrining tidak lagi sekadar menjadi anjuran medis, melainkan harus diinternalisasi sebagai budaya kesehatan masyarakat. Namun, ia juga menggarisbawahi bahwa diagnosis dini harus dibarengi dengan jaminan akses pengobatan agar hasil yang didapat optimal.
Inovasi Medis sebagai Investasi Strategis
Baca Juga: Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
Kini, lanskap pengobatan kanker global telah berubah berkat kehadiran terapi target dan imunoterapi. Terapi inovatif ini tidak hanya meningkatkan angka kelangsungan hidup, tetapi juga memungkinkan pasien tetap produktif dan mandiri.
Esra Erkomay berpandangan bahwa akses terhadap obat inovatif harus dilihat sebagai pemenuhan hak pasien sekaligus investasi ekonomi jangka panjang.
"Inovasi tidak semata menjadi beban biaya, melainkan investasi strategis dalam pembangunan kesehatan nasional," tegasnya.
Data dari The Lancet Oncology mendukung pernyataan ini, menunjukkan bahwa peningkatan akses terhadap teknologi diagnostik dan terapi kanker dapat menghasilkan nilai ekonomi besar melalui tambahan tahun kehidupan yang produktif bagi pasien.
Menyambut Hari Kesehatan Dunia (World Health Day) 2026 yang mengusung tema Together for Health: Stand with Science, Esra menyerukan kolaborasi lintas sektor yang lebih erat di Indonesia. Ia meyakini masa depan kesehatan harus dibangun di atas kepercayaan terhadap sains dan kebijakan yang mendukung adopsi inovasi medis secara cepat dan merata.
"Melawan kanker bukan hanya tentang menyelamatkan nyawa hari ini, tetapi juga memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih bermakna di masa depan," pungkas Esra.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas