Suara.com - Menjalani program diet ternyata tak boleh sembarangan. Terlebih bagi Anda yang mengidam-idamkan hasil yang instan.
Pasalnya, penurunan berat badan secara drastis bisa memicu timbulnya batu pada saluran empedu.
"Orang yang melakukan diet ketat biasanya asupan makanan yang masuk akan berkurang drastis, hal ini memicu penumpukan getah empedu karena tidak disalurkan langsung ke usus," kata dr Erik Rohmando Purba, SpPD dari Rumah Sakit Umum Bunda pada acara temu media baru-baru ini.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa dalam kandung empedu terdapat enzim yang berfungsi untuk memecah makanan sebelum tersalurkan ke usus, jika jarang digunakan maka cairan ini akan semakin pekat dan mengeras membentuk pigmen batu. Inilah awal mula terjadinya batu empedu.
Jika seseorang terus menerus menjalani pola diet instan seperti ini, maka ia berpotensi mengalami peradangan akut pada kandung empedu.
"Biasanya ditandai dengan nyeri teramat sangat di bagian perut kanan atas. Ini bisa menurunkan kualitas hidup seseorang karena merasa nyeri, mudah lelah, hingga sulit berkonsentrasi dengan pekerjaannya," imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan