Suara.com - Para lanjut usia (lansia) kerap dikaitkan dengan adanya penurunan fungsi mengingat atau yang dikenal dengan sebutan pikun. Tapi tahukah Anda bahwa pikun merupakan sinyal adanya penyakit Alzheimer yang bisa mengurangi kualitas hidup lansia.
Tapi kini tak perlu khawatir. Penelitian terbaru ini mungkin bisa menyelesaikan masalah kepikunan yang kerap dialami orang paruh baya. Seorang lansia yang mengonsumsi dua gelas jus jeruk setiap hari tanpa gula bisa mengalami peningkatan kecerdasan otak yang berhubungan dengan memori.
Peneliti mengemukakan, kandungan flavonoid pada jus jeruk berfungsi untuk meningkatkan memori dengan mengaktifkan jalur hipocampus, bagian otak yang berhubungan dengan penyimpanan memori.
"Hasil penelitian kami menunjukkan manfaat minum jus jeruk untuk meningkatkan fungsi memori lansia," kata peneliti Dr. Daniel Lamport dari University of Reading, Inggris.
Untuk mendapatkan temuan ini, Lamport dan tim menganalisis 24 responden perempuan dan 13 responden laki-laki berusia 60-81 tahun.
Temuan menunjukkan, lansia yang mengonsumsi jus jeruk tiap hari selama kurang dari dua minggu, mengalami peningkatan fungsi memori otak sebesar 8 persen.
Tak hanya jeruk, peneliti berujar, beberapa makanan lain yang mengandung flavonoid, seperti teh, cokelat dan red wine. Sayangnya, jenis flavonoid pada jenis makanan di atas bukan berjenis flavanon seperti yang ditemukan pada jeruk.
"Jeruk mengandung flavanoid jenis flavanon yang lebih mudah diserap tubuh. Hal ini pulalah yang menyebabkan peningkatan fungsi memori pada lansia hanya membutuhkan waktu kurang dari dua minggu," imbuh peneliti. (Daily Mail)
Berita Terkait
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga
-
Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia
-
Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara
-
Indonesia Mulai Menua, BPS Catat Lansia Tembus 11,97 Persen
-
Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?