Suara.com - Menurut sebuah peneltian terbaru konsumsi makanan yang mengandung asam lemak trans ternyata dapat menyebabkan penurunan memori pada lelaki muda. Asam lemak trans biasa ditambahkan untuk meningkatkan rasa, tekstur, dan daya tahan makanan.
Dalam penelitian yang dilakukan University of California San Diego School of Medicine ini melibatkan 1108 lelaki dan perempuan berusia 20-85 tahun. Responden diminta untuk menyelesaikan survei diet dan tes memori otak.
Temuan menunjukkan bahwa lelaki berusia di bawah 45 tahun hanya mampu mengingat 86 kata-kata. Peneliti mengungkap bahwa penurunan daya ingat ini dikaitkan dengan konsumsi asam lemak trans (dFTA) setiap hari.
"Orang yang mengonsumsi asam lemak trans paling banyak terkait dengan memori yang buruk. Ini mempengaruhi produktivitas mereka," kata Beatrice Golomb, peneliti utama.
Ia menyebut bahwa penelitian yang membahas mengenai kaitan antara konsumsi asam lemak trans dengan perubahan perilaku dan suasana hati memang sudah pernah dilakukan. Tapi penelitian yang dilakukannya pertama kali yang membahas kaitan dengan penurunan daya ingat.
Ironisnya kini banyak anak muda yang doyan mengonsumsi makanan-makanan cepat saji yang banyak mengandung asam lemak trans ini.
"Kami harap orang-orang produktif di usia 45 tahun ke bawah mengurangi konsumsi makanan yang mengandung asam lemak trans ini," imbuh Golomb. (Zeenews)
Tag
Berita Terkait
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
5 Rekomendasi Krim yang Efektif Samarkan Selulit, Kulit Auto Kencang dan Awet Muda
-
Laporan Harvard Sebut 5 Biang Kerok yang Menghambat Diet Sehat, Apa Saja?
-
Waspada! Obesitas Dewasa RI Melonjak, Kenali Bahaya Lemak Perut yang Mengintai Nyawa
-
Lemak Perut Bikin Frustasi Pasca Melahirkan? Rahasia Tubuh Ideal Tanpa Sedot Lemak Terungkap!
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi