Suara.com - Kantuk merupakan musuh besar pengemudi saat berkendara. Apalagi di saat musim mudik seperti sekarang ini. Tak sedikit kasus kecelakaan yang terjadi akibat rasa kantuk yang menghampiri pengemudi.
Lalu, bagaimana menyiasati kantuk agar mudik aman dan lancar? Menurut dokter gizi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Tirta Prawita Sari MSc SpGK, rasa kantuk dipengaruhi oleh pola makan saat berbuka dan sahur.
Jika mudik dilakukan pada malam hari, Tirta menganjurkan agar pengemudik tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan manis saat berbuka. Kandungan gula pada makanan manis memang bisa meningkatkan kadar gula yang turun selama berpuasa, tetapi juga cepat turunnya, sehingga menyebabkan tubuh lemas dan mengantuk.
"Bisa minum air putih dulu, atau minum teh, lalu kurma. Lalu makan besarnya bertahap. Kalau makan terlalu banyak, aliran darah akan terkonsentrasi di pencernaan. Dampaknya bisa mengantuk," ujar Tirta, baru-baru ini.
Sementara saat sahur, Tirta menyarankan agar pemudik mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, jagung, atau gandum. Kedua makanan ini dipercaya membuat rasa kenyang tahan lebih lama.
"Kalau cepat lapar, tubuh akan lemas dan mudah mengantuk. Jadi pola makannya yang diperhatikan, agar kantuk tidak datang. Jangan lupa, cukupi kebutuhan air putih, agar tidak dehidrasi selama mudik," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri