Suara.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga merencanakan dua lokasi pada ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar dapat digunakan jalur pemudik lebaran. Total panjang jalan yang dapat dimanfaatkan pemudik pada tol tersebut adalah 18 Km. Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedyanto W. Husaini mengatakan hal tersebut disela-sela peninjauan lapangan konstruksi tol Bakauheni-Terbanggi Besar di Lampung pada Kamis (16/6).
Lokasi pertama yang akan dapat dimanfaatkan adalah mulai dari Dermaga Penyeberangan Bakauheni sejauh 7 Km serta lokasi kedua sejak ITERA hingga Lematang sejauh 11 Km. Hediyanto menuturkan, jalur alternatif ini akan membantu pemudik karena bisa memperlancar arus lalu lintas, khususnya di daerah Bakauheni yang padat volume kendaraannya.
“Ini akan memecah lalu lintas menjadi tiga yaitu Lintas Tengah, Lintas Timur serta melalui jalan tol ini,” sebut Hediyanto.
Pembebasan lahan dan konstruksi jalan tol Bakauheni – Terbanggi Besar yang memiliki panjang 140 Km ini memang berlangsung cepat. Hal tersebut bahkan mendapat apresiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada pekan lalu. Presiden bahkan meminta pembangunan tol di wilayah lain untuk mencontoh pembangunan tol di Lampung tersebut.
“Saya meminta kepada investor agar proyek ini jangan mundur. Di 2019, sesuai janjinya, harus selesai. Pasti sayacek dua-tiga kali ke lapangan. Malah proyek penting seperti ini pasti saya ikuti,” kata Joko Widodo.
Menurut Hediyanto, kiat sukses percepatan tol Bakauheni - Terbanggi Besar ini terutama dalam hal pembebasan lahan adalah koordinasi dan kerjasama dari semua pihak terkait. Mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan juga dengan badan pertanahan nasional baik di pusat maupun di daerah.
“Setelah ketiga pihak yg terkait ini, faktor pendukung lainnya adalah koordinasi dengan pihak investor dan kontraktor dalam memberikan fasilitasi kepada masyarakat,” lanjutnya.
Dirjen Bina Marga menerangkan, kelincahan investor dan kontraktor di lapangan dalam hal pemberian dana talang juga mempengaruhi. Karena bagaimana pun juga jika sudah musyawarah dan validasi kepemilikan tanah kalau tidak diikuti dengan pembayaran akan punya implikasi yang banyak dan dapat memancing orang protes dan berdemo.
“Dalam hal pemberian dana talang ini, hampir Rp425 milliar yang telah dikeluarkan oleh investor,” imbuh Hediyanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Kapal Tanker Dibajak di Somalia, 4 WNI Jadi Tawanan
-
Analisis: Kenapa Perang 40 Hari Justru Perkuat Posisi Iran di Mata Dunia?
-
Gerak-gerik Mencurigakan Wanita Rambut Pirang Saat Penembakan Donald Trump, Ada yang Aneh
-
Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha
-
Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi
-
Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat
-
Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak
-
Bom Meledak di Bus Kolombia Hingga Ciptakan Kawah Besar, 20 Orang Tewas
-
BEM KSI: Dasco Selesaikan Masalah Dana Umat Katolik Secara Bijak, Isunya Jadi Tak Melebar
-
Anak 14 Tahun Tewas Dirudal Israel di Palestina