Suara.com - Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Mirna Amin meninjau kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan di Bali untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2016. Turut mendampingi adalah Direktur Pengembangan Jaringan Jalan, Soebagiono; Kepala BPJN VIII, Saiful Anwar; Kasubdit Manajemen Konstruksi, Sugiyartanto; serta Kasubdit Pemantauan dan Evaluasi, Syarkowi Mansur.
Secara keseluruhan, jalan yang akan dilalui oleh para pemudik yakni Denpasar-Gilimanuk-Singaraja maupun Denpasar-Padang Bai dalam kondisi layak. Namun, ada dua titik yang menjadi perhatian tim pemantau jalur Lebaran.
Titik pertama adalah Jembatan Tukad Keladian di Kabupaten Jembrana yang ambruk di bagian tengah Januari 2016 dan serta bottle neck di wilayah Tohpati.
"Yang harus menjadi perhatian pemerintah dalam rangka arus mudik Lebaran adalah tingkat kemacetan dan juga kecelakaan lalu lintas. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga berkomitmen untuk membantu mengurangi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas dengan membantu membuat peringatan dan marka jalan di titik-titik rawan kecelakaan dan kemacetan," terang Mirna Amin selaku ketua tim peninjau Jalur Lebatan Wilayah Bali.
Direktur Pengembangan Jaringan Jalan Soebagiono menambahkan, untuk meningkatkan pelayanan kepada para pemudik, posko yang disiapkan oleh Bina Marga bukan hanya untuk standby alat berat melainkan juga tempat beristirahat.
"Secara umum, kita sangat siap untuk memfasilitasi para pemudik. Ditjen Bina Marga tidak hanya berkomitmen menyediakan jalan yang nyaman tanpa lubang bagi para pemudik, namun juga menyediakan posko baik untuk tempat alat berat di daerah rawan longsor, maupun membuat posko gabungan yang juga berfungsi sebagai tempat istirahat agar tingkat kecelakaan pemudik dapat menurun" ujarnya.
Daerah rawan longsor terdapat di ruas Mengwitani-Singaraja, Cekik, dan juga Bedugul. Oleh karenanya Bina Marga sudah menyiapkan petugas yang akan standby dan juga posko tempat alat berat untuk mengantisipasi bila terjadi bencana longsor. Di wilayah lain yang juga akan dibangun posko untuk melayani pemudik adalah di dekat Jembatan Tukad Keladian di mana terdapat petugas yang akan standby membantu mengatur arus lalu lintas.
Penanganan Jembatan Tukad Keladian
Untuk Jembatan Tukad Keladian, saat ini pada sisi kiri dan kanan jembatan yang tidak ambruk dilebarkan sehingga tetap dapat dilalui oleh kendaraan. Pekerjaan perbaikan jembatan belum dapat dilaksanakan karena menunggu proses lelang selesai. Namun demikian, Direktorat Jenderal Bina Marga telah melakukan koordinasi dengan Kepolisian dan juga Dinas Perhubungan untuk menjaga keselamatan pengendara yang melintasi jembatan dan juga mengatasi kemacetan yang terjadi di sekitar jembatan.
Kepala Balai Besar jalan Nasional VIII, Saiful Anwar, mengatakan bahwa pihaknya terus meningkatkan koordinasi dengan instansi lainnya terkait penanganan arus lalu lintas di Jembatan Tukad Keladian. “Kami terus berusaha mencari jalan keluar terbaik untuk mengatasi kemacetan di sekitar jembatan saat puncak arus mudik. Walaupun bagian tengah jembatan ambruk, namun sisi kiri dan kanan tetap dapat dilalui sehingga tidak terlalu mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Kami juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai batas beban kendaraan yang dapat melintas,” terang Saiful.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Perhubungan Darat mengenai batas beban kendaraan yang menuju Jembatan Tukad Keladian. “Semua kendaraan berat yang lewat harus memperoleh izin dari Perhubungan agar beratnya sesuai dengan ketentuan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap