Suara.com - Golongan darah selama ini dianggap dapat menunjukkan kepribadian seseorang. Ternyata tak hanya itu, para ilmuwan juga menyebut bahwa golongan darah mampu menunjukkan risiko gangguan kesehatan yang mungkin mengintai seseorang. Berikut fakta mengenai golongan darah yang perlu Anda tahu:
1. Nyamuk lebih terpikat pada golongan darah O
Bagi Anda yang memiliki golongan darah O, sebaiknya lebih berhati-hati saat berada di lingkungan yang banyak nyamuk. Pasalnya menurut penelitian yang dilakukan Japan's Institute of Pest Control Technology, nyamuk lebih doyan darah golongan O. Namun Anda yang bergolongan darah O tak perlu khawatir karena penelitian lain justru menunjukkan bahwa golongan darah Anda cenderung berisiko rendah mengidap penyakit malaria yang salah satunya ditularkan oleh nyamuk.
2. Risiko kecanduan alkohol
Studi yang dilakukan pada 1970 dan 1980 menemukan hubungan antara golongan darah dengan risiko kecanduan alkohol di masa mendatang. Temuan menunjukkan bahwa golongan darah A lebih rentan menjadi pecandu alkohol dibanding golongan darah lainnya. Studi ini juga menunjukkan bahwa antigen tipe A dapat mengubah reaksi sistem kekebalan tubuh dari keracunan. Temuan ini diperkuat oleh data yang berhasil dihimpun National
Institutes of Health, di mana sebanyak 50 persen orang bergolongan darah O merupakan pecandu alkohol.
3. Mudah stres
Bagi Anda yang bergolongan darah O, menurut sebuah penelitian yang dilakukan US Department of Veterans Affairs di Amerika Serikat, lebih rentan mengalami stres ketimbang golongan darah lainnya. Golongan darah O ternyata mudah mengalami peningkatan hormon kortisol penyebab stres. Mereka juga pandai menutupi masalah sehingga rentan stres berkepanjangan. Penelitian lain menyebut hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan mengonsumsi junk food yang lebih tinggi pada orang golongan darah O.
4. Pantang Menyerah
Sebuah penelitian yang terbaru yang dilakukan di Jepang menyebutkan bahwa orang bergolongan darah A lebih tekun dan pantang menyerah dalam bekerja. Mereka yang bergolongan darah A menurut peneliti memiliki stabilitas dalam bekerja meski mereka dihinggapi stres ataupun kelelahan akibat tuntutan kerja.(Prevention)
Tag
Berita Terkait
-
Mengenal Golden Blood: Golongan Darah Super Langka di Dunia, Cuma Dimiliki Puluhan Orang!
-
Sejarah dan Perkembangan Ketsueki-gata di Jepang: Golongan Darah Ternyata Bisa Pengaruhi Karier!
-
Golongan Darah Beda Tetap Bisa Donor Ginjal, Mitos atau Fakta?
-
Tes Kepribadian: Benarkah Golongan Darah Mempengaruhi Kariermu?
-
Diharap Berjodoh di Dunia Nyata, Ini Kecocokan Golongan Darah Kim Soo Hyun dan Kim Ji Won
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026