Suara.com - Air mani merupakan zat yang dikeluarkan lelaki jika mencapai titik orgasme. Rasa air mani yang diproduksi setiap laki-laki tentunya berbeda, bisa terasa nikmat atau justru membuat mual.
Namun, hal ini biasanya dipengaruhi oleh kesehatan dan asupan makanan yang dikonsumsi lelaki tersebut, menurut Brian L. Steixner, direktur dari Institut Kesehatan Lelaki di Jersey Urology Group .
Ia menambahkan bahwa 95 hingga 98 persen air mani bukan terdiri dari sperma. Sebagian besar air mani justru terdiri dari air, fruktosa, enzim, mineral dan senyawa yang membuat sperma tetap sehat untuk membuahi sel telur.
Tapi bisa kita lihat bahwa semua bahan tersebut kaya akan nutrisi. Memang menelan air mani setelah lelaki ejakulasi bukanlah hal yang umum. Biasanya hanya terlihat pada film-film dewasa saja. Tetapi, faktanya memang hal tersebut menyehatkan.
Sayangnya komposisi ini akan berubah jika lelaki mengidap kanker prostat hingga infeksi saluran kencing. Bahan-bahan bernutrisi dalam air mani tersebut akan bercampur dengan bakteri dan darah jika lelaki mengidap kelainan tertentu. Rasanya tentu akan semakin buruk.
Meski terkandung fruktosa, dimana merupakan zat pemanis, kita tak bisa menyimpulkan bahwa rasa air mani itu manis. Steixner juga mengatakan bahwa lelaki tak bisa menambah rasa manis pada air maninya dengan mengonsumsi makanan atau minuman manis.
"Laki-laki tak bisa mengubah komponennya tapi dehidrasi bisa meningkatkan konsentrasi zat yang terkandung dalam air mani. Seperti urine yang berwarna kuning pekat dan agak bau jika kita kurang mengonsumsi air," imbuh Steixner.
Agar rasa dan bau air mani tidak menjijikkan, Steixner mengingatkan agar kaum Adam memenuhi asupan cairannya setiap hari.
"Agar air mani dan sperma di dalamnya tetap sehat dan bernutrisi jangan lupa untuk mengonsumsi air setidaknya dua liter sehari. Sayuran seperti seledri dan timun juga bisa menjaga komposisi air mani tetap seimbang," tambahnya.
Steixner juga mengingatkan bahwa perilaku gaya hidup tak sehat seperti mengonsumsi alkohol, junk food, merokok dan berlebihan mengonsunsi bawang putih dan merah juga bisa menurunkan cita rasa dari air mani.
Sebelumnya peneliti dari Monash University, Benjamin Wegener, mengatakan air mani mengandung sperma yang masuk ke dalam tubuh wanita melalui hubungan intim tak selalu bisa hidup lama dan bermanfaat. Sedangkan yang masuk melalui mulut dan masuk ke saluran pencernaan, akan diuraikan nutrisinya dan diserap oleh tubuh.
Dari segala manfaat yang terkandung dalam air mani, beranikah Anda untuk mencoba merasakannya? (Womenshealthmag)
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Infertilitas Bukan Hanya Urusan Perempuan: Saatnya Kesehatan Reproduksi Pria Diperhatikan
-
Tak Lagi Pahit, Ini Inovasi Jamu Herbal Rasa Buah untuk Kesehatan Reproduksi Perempuan
-
Studi: Cuaca Ekstrem Memperparah Krisis Kesehatan Reproduksi Remaja
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?