- Pemerintah melalui UU Nomor 4 Tahun 2024 mendorong penyediaan fasilitas daycare di lingkungan kerja untuk memenuhi hak pengasuhan anak.
- Dokter spesialis anak menyatakan bahwa daycare berkualitas mendukung perkembangan nutrisi, stimulasi, kelekatan, kesehatan, serta lingkungan belajar anak yang optimal.
- Penyediaan akses daycare membantu perempuan mempertahankan karier sekaligus memastikan anak mendapatkan pengasuhan terstruktur di lingkungan yang aman.
Suara.com - Di tengah meningkatnya partisipasi perempuan di dunia kerja, satu tantangan yang terus muncul adalah bagaimana memastikan anak tetap mendapatkan pengasuhan yang optimal. Bagi banyak ibu, dilema antara karier dan kebutuhan anak masih menjadi realitas sehari-hari.
Plt. Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Rini Handayani, menegaskan bahwa negara mulai merespons kebutuhan ini secara lebih serius. Pemerintah mendorong kehadiran sistem pengasuhan alternatif yang lebih terstruktur, termasuk di lingkungan kerja dan komunitas.
“Ini dibutuhkan waktu sekitar dua tahun bagaimana pemerintah memberikan dukungan kepada para ibu bekerja, terutama dalam memenuhi hak anak melalui pengasuhan yang layak,” ujarnya.
Melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak, negara juga mulai mengatur penyediaan fasilitas pendukung bagi ibu bekerja, termasuk taman pengasuhan anak (TPA). Artinya, daycare tidak lagi diposisikan sebagai opsi tambahan, melainkan bagian dari sistem perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Daycare dari Perspektif Medis: Lebih dari Sekadar Penitipan
Masih banyak anggapan bahwa daycare hanya tempat menitipkan anak saat orang tua bekerja. Padahal, jika dikelola dengan baik, daycare justru bisa menjadi lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Dokter spesialis anak, Dr. Dewi Kartika Suryani, SpA, menjelaskan bahwa ada lima fondasi utama tumbuh kembang anak: nutrisi, stimulasi, kelekatan (attachment), kesehatan, serta lingkungan yang aman dan minim stres. Kelima aspek ini saling berkaitan dan idealnya hadir secara konsisten dalam keseharian anak.
“Daycare yang berkualitas bisa memenuhi hampir semua aspek tersebut secara bersamaan,” ujarnya.
Dari sisi nutrisi, daycare membantu membangun kebiasaan makan yang lebih teratur. Anak-anak yang makan bersama teman cenderung lebih lahap dan lebih berani mencoba makanan baru. Ini berbeda dengan kebiasaan makan sambil menonton yang bersifat pasif dan sering membuat anak tidak fokus pada makanannya.
Baca Juga: Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha
“Ketika anak makan bersama teman-temannya, dia cenderung lebih lahap dan berani mencoba makanan baru. Itu kelebihan yang sering tidak didapat jika anak makan sendiri sambil menonton di rumah,” jelasnya.
Untuk stimulasi, daycare menawarkan interaksi yang jauh lebih kaya dibandingkan di rumah, terutama jika anak hanya ditemani layar. Interaksi dua arah, seperti bermain, berbicara, dan merespons teman sebaya, sangat penting untuk perkembangan kognitif dan sosial. Anak belajar memahami emosi, bergantian, hingga menyelesaikan masalah sederhana.
“Stimulasi itu harus interaktif, ada timbal balik. Kalau hanya nonton, itu pasif. Di daycare, anak belajar merespons, bermain, dan berkomunikasi,” lanjutnya.
Aspek attachment atau kelekatan juga sering kali lebih stabil di daycare yang memiliki sistem pengasuh tetap. Anak membutuhkan figur yang konsisten agar merasa aman.
Pergantian pengasuh yang terlalu sering, yang kerap terjadi pada pengasuhan individual di rumah bisa memengaruhi rasa percaya diri dan keamanan emosional anak.
Dari sisi kesehatan, meski daycare mempertemukan anak dengan lebih banyak orang (dan potensi paparan penyakit), hal ini tidak selalu berdampak negatif. Justru, anak dengan pola makan baik, tidur cukup, dan rutinitas teratur cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami