- Edukasi menstruasi di Indonesia belum merata, menyebabkan satu dari empat anak perempuan kurang informasi sebelum menarche.
- Edukasi kesehatan reproduksi dilakukan, contohnya di Karawang melibatkan siswi mengenai siklus, kebersihan, dan pemilihan produk.
- Menjaga kebersihan area reproduksi penting melalui pembersihan depan ke belakang dan penggantian pembalut tiap 3–4 jam.
Suara.com - Peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap bulan Maret menjadi momentum penting untuk menyoroti isu kesehatan perempuan, termasuk edukasi seputar menstruasi dan kesehatan reproduksi. Pasalnya, pemahaman yang tepat sejak dini berperan besar dalam membentuk rasa percaya diri sekaligus mencegah berbagai risiko kesehatan.
Sayangnya, edukasi mengenai menstruasi di Indonesia masih belum merata. Data UNICEF Indonesia (2020) menunjukkan bahwa 1 dari 4 anak perempuan belum mendapatkan informasi tentang menstruasi sebelum mengalami haid pertama (menarche). Kondisi ini kerap memicu rasa cemas, kebingungan, hingga menurunkan kepercayaan diri remaja putri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Melihat tantangan tersebut, berbagai pihak mulai mendorong edukasi kesehatan reproduksi yang lebih inklusif dan mudah diakses. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan edukasi yang menyasar remaja putri di lingkungan sekolah, seperti yang digelar di Karawang, Jawa Barat, dengan melibatkan lebih dari 100 siswi dalam sesi pembelajaran interaktif tentang kesehatan reproduksi dan kebersihan menstruasi.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman dasar mulai dari siklus menstruasi, cara menjaga kebersihan area intim, hingga pemilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan harian.
Dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dr. Kardiana Dewi, Sp.DVE, FINSDV, FAADV, menekankan pentingnya menjaga kebersihan area reproduksi, baik saat menstruasi maupun tidak.
“Baik saat tidak menstruasi maupun saat menstruasi, kebersihan area reproduksi tetap harus dijaga. Pastikan membersihkan dari arah depan ke belakang menggunakan air bersih, lalu segera mengeringkannya agar tidak lembap. Kelembapan berlebih dapat meningkatkan risiko iritasi dan pertumbuhan mikroorganisme,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengganti pembalut secara rutin selama menstruasi.
“Pembalut sebaiknya diganti setiap 3–4 jam sekali atau lebih sering bila aliran darah sedang banyak. Darah menstruasi yang terlalu lama menempel pada kulit dapat meningkatkan risiko iritasi serta pertumbuhan bakteri,” lanjutnya.
Selain itu, pemilihan pembalut juga perlu disesuaikan dengan aktivitas. Untuk siang hari, disarankan memilih pembalut dengan daya serap baik dan permukaan tetap kering agar nyaman digunakan saat beraktivitas. Sementara pada malam hari, penggunaan pembalut dengan ukuran lebih panjang dapat membantu mencegah kebocoran dan menjaga kualitas istirahat.
Di tengah upaya peningkatan edukasi ini, perusahaan produk kesehatan seperti Unicharm juga turut mengambil peran melalui program edukasi berkelanjutan di sekolah. Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka, menegaskan pentingnya literasi kesehatan reproduksi bagi generasi muda.
Baca Juga: 5 Smartwatch yang Bisa Pantau Siklus Menstruasi, Praktis dan Stylish!
“Edukasi menstruasi dan pemahaman tentang cara menjaga kesehatan dan kebersihan reproduksi sangatlah penting, khususnya bagi generasi muda agar dapat memaksimalkan potensinya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa edukasi yang tepat diharapkan dapat membantu remaja putri tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan percaya diri, sekaligus mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya.
Lebih dari sekadar isu kesehatan, edukasi menstruasi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi perempuan. Dengan akses informasi yang memadai, remaja putri dapat menjalani masa menstruasi tanpa rasa takut atau stigma, serta tetap produktif dalam menjalani aktivitas, termasuk di bulan Ramadan.
Pada akhirnya, pemahaman tentang kesehatan reproduksi bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga tentang mengenali tubuh sendiri, menjaga keseimbangan alami, dan membangun rasa percaya diri sejak dini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa