Suara.com - Mulai hari ini, masukkan ubi ungu dalam menu diet Anda sehari-hari. Sebab sebuah penelitian terkini mencatat ubi ungu mengandung senyawa yang dapat membunuh sel induk kanker.
Menurut Profesor Ilmu Makanan dari Pennsylvania State University di Amerika Serikat, Jairam Vanamala, mematikan sel induk merupakan salah satu cara efektif mencegah kanker.
"Sel induk kanker bisa diibaratkan sebagai akar. Anda bisa memotong rumput, tapi selama akar masih ada, gulma akan terus tumbuh. Begitu juga ketika sel-sel induk kanker masih ada, kanker masih dapat tumbuh dan menyebar," kata Vanamala, selaku peneliti utama.
Dalam tahap uji laboratorium, peneliti menemukan ekstrak ubi ungu dapat menekan penyebaran sel kanker usus pada tikus sebagai sampel penelitian.
Menurut peneliti, ada beberapa zat dalam ubi ungu yang berperan dalam membunuh sel induk kanker, yakni anthocyanin, asam chlorogenic, dan pati resisten.
Tak hanya itu, peneliti menduga senyawa warna ungu pada jenis ubi satu ini juga memiliki peran dalam menekan pertumbuhan kanker.
Vanamala menyebut ubi ungu dapat digunakan sebagai pencegahan primer dan sekunder untuk kanker. Pencegahan primer ditujukan untuk menghentikan serangan awal kanker, sedangkan pencegahan sekunder dapat membantu pasien agar terbebas dari risiko kekambuhan kanker.(Zeenews)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026