Suara.com - Tanya:
Selamat siang Dokter,
Saya perempuan umur 28 tahun dan sudah menikah selama 3 tahun, tetapi belum dikaruniai anak. Saya sudah melakukan konsultasi ke beberapa dokter dan hasilnya normal semua.
Bulan Juli, saya juga menjalani tiup rahim dan hasilnya baik, tidak ada sumbatan pada saluran tuba falopi saya. Rahim saya juga bersih, tidak ada kista atau miom. Suami saya juga sudah melakukan cek sperma dan hasilnya juga normal.
Sampai sekarang, saya masih minum vitamin E+folavit tiap pagi. Bulan ini, saya terlambat haid 4 hari. Dok, saya coba test pack tetapi hasilnya masih negatif.
Yang menjadi pertanyaan saya, mengapa saya belum juga hamil sampai sekarang? Mohon solusinya. Terima kasih.
Felicia
Jawab:
Halo Felicia,
Menurut penelitian, hanya sekitar 85 persen pasangan suami istri yang akan hamil dalam satu tahun pertama pernikahan dan 92 persen pada tahun kedua pernikahan.
Seseorang baru dapat dikatakan memiliki masalah infertilitas primer (gangguan kesuburan) apabila telah memenuhi kriteria berikut, yaitu: belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2-3 kali dalam seminggu) tanpa menggunakan kontrasepsi. Apabila Anda tidak emncapai orgasme, selama sperma masuk ke dalam rahim dan sampai ke sel telur, maka pembuahan akan terjadi. Izinkan kami menjelaskan tentang bagaimana tips mendapatkan momongan.
Untuk mendapatkan keturunan, Anda sebaiknya melakukan hubungan seksual pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar cepat mendapatkan keturunan adalah saat terjadinya ovulasi (masa subur).
Ovulasi adalah suatu peristiwa dimana sel telur keluar dari ovarium dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Waktu terjadinya ovulasi dapat diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi berikutnya.
Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam, sementara sperma yang telah dikeluarkan dapat bertahan hidup 48-72 jam, karena itu dianjurkan Anda melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah waktu perkiraan ovulasi.
Karena itu untuk memperbesar kemungkinan terjadi pembuahan, kami sarankan untuk berhubungan intim teratur, 3-4 kali dalam seminggu, terutama pada saat terjadinya ovulasi. Pada sebagian besar pasangan, kehamilan dapat terjadi dalam 1 tahun pertama setelah menikah.
Perlu juga diperhatikan:
1. Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila ibu ingin hamil.
2. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
3. Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas, Menurut The Center for Disease Control(CDC), perempuan yang berencana untuk hamil dianjurkan mengonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
4. Ketahui masa subur Anda, dan lakukan hubungan intim 3 kali seminggu dengan posisi misionaris (lelaki di atas).
Jika Anda telah melakukan berbagai tindakan seperti di atas dan hasil yang didapatkan dalam keadaan normal, namun tetap belum mendapatkan keturunan, bersabarlah dan tetap berusaha dan berdoa pada Tuhan yang Maha Esa.
Semoga Anda dan suami dapat segera dianugerahi buah hati.
Semoga bermanfaat ya.
Dijawab oleh dr. Rahajeng A.P ( Konselor ASI)
Sumber: www.meetdoctor.com
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang
-
4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima
-
Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini