Suara.com - Seorang bayi perempuan berusia satu bulan yang merupakan pasien terakhir Ebola Guinea, Sabtu (28/11/2015), waktu setempat, dilaporkan meninggalkan rumah sakit. Ini tentu saja merupakan kabar menggembirakan bagi petugas kesehatan, dan menempatkan negara itu di jalur bebas dari virus mematikan tersebut.
Guinea akan resmi bebas Ebola setelah 42 hari jika tidak ada laporan kasus baru setelah sembuhnya bayi Nubia -- yang menjadi bayi pertama yang bertahan hidup setelah lahir dari ibu yang terinfeksi.
Wabah Ebola telah menewaskan sekitar 11.300 orang terutama di Guinea, Liberia dan Sierra Leone sejak mulai mewabah dua tahun lalu.
Liberia sekarang menjadi satu-satunya negara dengan kasus yang dikonfirmasi setelah virus itu muncul kembali untuk ketiga kalinya.
"Ini adalah hari yang sangat bahagia bagi kami. Ini sangat menyentuh bagi kami dan keluarga untuk dapat menyentuhnya tanpa sarung tangan," kata Laurence Sailly, kepala tim darurat lembaga kemanusiaan kesehatan Medecins Sans Frontieres (MSF) di Guinea, Sabtu.
Anggota keluarga dan staf kesehatan memainkan musik dan menari untuk merayakan kepulangan Nubia dari pusat perawatan Nongo di ibu kota Conakry. Dia diuji negatif untuk penyakit demam berdarah itu pekan lalu, tapi MSF terus melakukan pemantauan.
Ibu Nubia meninggal tak lama setelah melahirkan, karena kehilangan darah.
Sailly mengatakan dia berpikir bahwa Nubia, yang lahir dengan terjangkit virus Ebola dan dinamai berdasarkan nama perawat MSF, mampu bertahan hidup karena obat eksperimental serta perawatan menyeluruh yang diberikan oleh tim yang beranggotakan 20 pakar.
"Ketika dia (Nubia) mulai mengalami kejang, kami pikir virus telah memasuki otak dan saat itulah kami mulai memberikan anti-virus. Semua orang mengawasi jam demi jam," imbuhnya seraya mengatakan bahwa Nubia telah menerima obat uji coba untuk Ebola.
Nubia terhubung ke sistem pemantauan yang memungkinkan staf untuk melacak napasnya dan detak jantung tanpa memasuki zona berisiko tinggi, meskipun staf masih harus masuk secara teratur untuk mengganti popok dan botol makannya.
"Dia adalah simbol dari apa yang kita mampu lakukan pada tahap epidemi ini," kata Sailly.
Pada puncak wabah musim panas lalu, beberapa pasien Ebola meninggal di jalan di Liberia saat menunggu rumah sakit merawat mereka. Di sebuah pusat di Sierra Leone, setiap dokter merawat puluhan pasien.
Pasien Ebola sangat menular dan dapat menyebarkan virus melalui cairan yang dipancarkan dalam jumlah tinggi selama tahap akhir dari infeksi, seperti darah, muntah dan diare.
Untuk warga Guinea, pemulihan bayi Nubia telah menimbulkan harapan bahwa virus itu telah berhasil dibasmi.
"Kami ingin Ebola meninggalkan negara ini. Bayi sembuh, dan semoga Tuhan menguatkan kesehatannya," kata warga Conakry, Moussa Sylla setelah berita pulihnya Nubia menyebar. "Semua ini menjadi sumber kebahagiaan kami." (Antara/Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
Terkini
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini