Suara.com - Tanya:
Selamat siang Dokter,
Saya punya saudara sakit fisura ani. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara menyembuhkannya, Dok? Dia sudah kapok dengan operasim karena sudah operasi tapi kambuh lagi. Terima kasih, Dok.
OR
Jawab:
Halo, selamat siang Saudara OR,
Fisura ani adalah sobekan kecil pada jaringan lembab tipis yang melapisi anus sehingga timbul rasa nyeri saat buang air besar. Biasanya fisura ani terjadi akibat ketegangan saat buang air yang besar atau keras. Walaupun menyebabkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan, fisura ani umumnya tidak menyebabkan masalah serius.
Hampir semua pilihan pengobatan untuk fisura ani ditujukan untuk menurunkan ketegangan dan kejang pada sfingter ani sehingga otot-otot dapat melemas. Tekanan yang rendah dapat mempercepat penyembuhan fisura.
Untuk kasus akut, pola makan tinggi serat dan suplemen serat biasanya dianjurkan tanpa penanganan dokter. Dengan pola makan tinggi serat, ketegangan akan sedikit berkurang saat buang air besar sehingga memungkinkan percepatan proses penyembuhan fisura ani.
Selain itu, penting juga untuk menghindari makanan seperti kacang-kacangan, berondong jagung dan keripik yang sulit untuk dicerna. Konsumsi air yang banyak atau asupan cairan juga penting dalam gerakan usus yang sehat dan sering.
Perawatan di rumah seperti mandi air hangat (mandi Sitz) dan kompres hangat selama 10-20 menit beberapa kali sehari akan mendorong seseorang untuk bersantai dan meningkatkan aliran darah, yang dapat mempercepat waktu penyembuhan.
Fisura mudah kambuh ketika dipicu trauma lain. Hal ini sangat penting untuk melanjutkan pola makan tinggi serat dan buang air yang lancar bahkan setelah gejala mereda.
Terima kasih, semoga jawaban yang di berikan dapat bermanfaat untuk Anda.
Dijawab oleh dr. Deffy Leksani
Sumber: www.meetdoctor.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?