Suara.com - Tanya:
Selamat siang Dokter,
Saya seorang perempuan yang sudah menikah 3 tahun dan belum dikaruniai anak. Saya dan suami sudah melakukan cek ke dokter dan sedikit ada masalah pada suami, tetapi sudah diobati dan setelah dicek kembali hasilnya sudah bagus.
Saya haid teratur, dengan siklus 28-30 hari. Saya haid pada 14 Maret 2016 dan bersih haid pada 20 Maret 2016, dan langsung 'berhubungan' dengan suami. Setelah seminggu, saya merasa perut saya kembung dan kencang, rasa gelisah dan sering mengantuk, dan saat pagi keluar cairan seperti keputihan berwarna bening dan tidak berbau. Apakah itu tanda-tanda saya hamil, Dok? Mohon jawabannya. Terima kasih.
PR
Jawab:
Selamat siang saudari PR,
Menjawab pertanyaan Anda mengenai tanda-tanda kehamilan, berikut beberapa penjelasan dari saya:
1. Perubahan pada payudara
Perubahan hormon pada awal kehamilan dapat membuat payudara terasa lebih padat, sensitif, dan lebih kencang. Puting terlihat lebih muncul dan berwarna lebih gelap dengan pembuluh darah yang lebih tampak pada permukaan kulit payudara.
2. Lebih sering buang air kecil
Perubahan hormon juga menyebabkan kebanyakan wanita lebih sering ingin buang air kecil pada awal kehamilan, terutama di malam hari.
3. Merasa sangat lelah
Kelelahan yang tidak tertahankan dan sering tanpa sebab dapat menjadi tanda-tanda kehamilan pada tahap awal. Gejala ini dapat berlanjut terutama pada 3 bulan awal masa kehamilan.
4. Mual dan muntah
Sekitar 50 persen perempuan hamil mengalami mual dan muntah yang sering terjadi kira-kira sebulan setelah haid terakhir. Pada beberapa perempuan, mual dapat terjadi hanya di pagi hari, yang lebih dikenal dengan sebutan morning sickness. Namun pada perempuan lain, kondisi ini dapat terjadi sepanjang hari. Situasi ini lebih sering terjadi di pagi hari karena naiknya asam lambung di malam hari dan naiknya kadar hormon beta-HCG.
6. Sensitif terhadap bau
Mual yang dialami pada awal kehamilan umumnya mungkin disebabkan oleh indera penciuman yang menjadi lebih tajam terhadap bau-bauan tertentu, baik yang beraroma positif seperti minyak wangi atau yang beraroma negatif seperti asap rokok. Makanan dengan aroma tertentu yang biasa dikonsumsi pun tiba-tiba membuat mual, terutama yang beraroma kuat seperti telur dan bawang.
7. Hilangnya nafsu makan
Peningkatan kadar hormon beta-hCG (human chorionic gonadotrophin) dan sensitifitas terhadap bau-bauan dapat membuat perempuan hamil menjadi tidak berselera menyantap makanan yang sebelumnya biasa dikonsumsi.
8. Konstipasi
Perubahan hormon dapat menyebabkan kerja sistem pencernaan melambat sehingga menimbulkan kondisi sembelit.
9. Suasana hati yang mudah berubah
Perubahan hormon juga dapat membuat Anda merasa lebih emosional. Suasana hati cepat berubah tanpa alasan yang jelas.
10. Pusing
Pusing kerap dirasakan di awal kehamilan akibat turunnya tekanan darah dan menyempitnya pembuluh darah.
11. Bercak darah
Terkadang kehamilan diawali dengan bercak-bercak darah yang keluar dari vagina. Kondisi ini terjadi sekitar 10 hari setelah pembuahan, ketika sel telur yang sudah dibuahi mencapai dinding rahim.
12. Terlambat datang bulan
Terlambat datang bulan adalah tanda paling terlihat pada perempuan amil. Ini berarti sel telur telah dibuahi sehingga tidak meluruh bersama dinding rahim menjadi menstruasi.
Jadi, gejala yang Anda belum tentu merupakan tanda kehamilan, mengingat Anda melakukan hubungan di luar masa subur dan tepat setelah haid selesai. Untuk memastikan kehamilan bisa menggunakan alat tes kehamilan. Tes kehamilan bekerja dengan mendeteksi hormon hCG yang diproduksi sepekan setelah pembuahan terjadi.
Tes kehamilan dilakukan dengan mengambil sampel urin, terutama di pagi hari. Tempatkan urin pada wadah yang bersih, kemudian celupkan alat uji ke dalamnya. Hasil positif ditunjukkan dengan kemunculan dua garis merah dan hasil negatif ditunjukkan dengan kemunculan satu garis merah.
Kemunculan hasil positif kemungkinan besar akurat. Namun jika hasil Anda negatif, ulangi tes sepekan kemudian untuk memastikan hasil.
Terima kasih, semoga jawaban yang diberikan dapat bermanfaat.
Dijawab oleh dr. Yohana Margarita
Sumber: www.meetdoctor.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif