Suara.com - Tanya:
Selamat pagi Dokter,
Saya menikah sudah 5 bulan, tapi belum juga punya momongan. Saya mau tanya apa kekurangan kalsium bisa jadi salah satu hal yang membuat saya sulit hamil? Saya memiliki siklus haid yang lancar, tapi pas tes kesehatan katanya saya kekurangan kalsium sementara saya baru berusia 22 tahun. Saya pernah konsultasi ke bidan dan katanya kondisi kesuburan saya tidak ada masalah, karena saya memiliki siklus haid tiap bulannya. Mohon penjelasannya, Dok. Terima kasih.
AW
Jawab:
Selamat pagi Saudari AW,
Untuk merencanakan kehamilan, Anda perlu memahami siklus menstruasi perempuan, masa subur, dan cara kerja dari masing-masing organ reproduksi. Peluang setiap perempuan untuk hamil adalah 15-25 persen tiap bulan.
Salah satu cara cepat hamil adalah dengan berhubungan seks selama masa subur, yaitu saat ovarium melepaskan sel telur (ovulasi). Sel telur tersebut akan bertahan hidup selama 12-24 jam setelah dilepaskan.
Kehamilan terjadi ketika sperma membuahi sel telur dalam masa ovulasi ini.
Berikut beberapa faktor yang menentukan peluang kehamilan:
1. Frekuensi berhubungan seks
Peluang sperma membuahi sel telur terbilang kecil, yaitu hanya pada 4-5 hari menjelang masa-masa ovulasi dan hari ovulasi itu sendiri. Maka yang bisa Anda lakukan adalah berhubungan seks dalam periode ini.
Namun penelitian menemukan bahwa tubuh Anda sering tidak berproses tepat waktu seperti mesin. Masa-masa ovulasi dapat bergeser karena banyak faktor seperti stres dan olahraga berlebihan. Bahkan jika siklus haid Anda tergolong normal, ovulasi dapat terjadi kapan saja. Sehingga jika Anda tidak berhubungan seks tepat waktu, maka peluang Anda untuk hamil akan berkurang.
Langkah terbaik yang disarankan adalah berhubungan seks sesering mungkin, setidaknya 3-4 kali seminggu. Dengan catatan, pasangan lelaki memiliki kadar sperma yang cukup.
2. Siklus menstruasi
Umumnya siklus haid terjadi dalam 21 hingga 35 hari sekali. Memang banyak perempuan mengalami siklus haid tidak teratur yang sebagian besar tidak disebabkan masalah serius.
Hanya saja, siklus haid yang tidak teratur berarti menyulitkan Anda untuk menghitung masa subur yang menjadi dasar perkiraan kehamilan.
3. Usia
Di atas usia 35, peluang seorang perempuan untuk hamil akan menipis seiring dengan pertambahan usia.
4. Kesehatan pasangan
Penyakit kronis yang diidap salah seorang pasangan dapat memengaruhi peluang hamil. Menjaga kesehatan diri sendiri dan pasangan adalah langkah utama mencapai kehamilan. Mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur, dan menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok dapat meningkatkan peluang untuk memiliki keturunan.
Kalsium memang merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh, Kalsium dapat didapatkan banyak terkandung pada susu, keju, tahu, tempe, brokoli, kacang-kacangan, kacang merah, susu kedelai, ikan salmon, ikan saarden, ikan teri dsb. Kebutuhan kalsium juga dapat didapatkan dari suplemen penambah kalsium.
Namun jika memang Anda kekurangan kalsium sebenarnya tidak begitu berdampak terhadap keberhasilan anda untuk hamil, namun jika memang Anda memiliki kekurangan yang sangat drastis maka bisa saja berdampak pada kesehatan reproduksi Anda. Untuk itu periksakan diri Anda kepada dokter kandungan untuk hal tersebut.
Demikian penjelasan yang dapat disampaikan, semoga membantu. Terima kasih.
Dijawab oleh: dr. Deffy Leksani Anggar Sari
Sumber: www.meetdoctor.com
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin